peran perawat dalam desa siaga


Indonesia yang berada di lingkungan yang berbahaya alamnya membuat masyarakat akan selalu sadar dan siaga untuk mempersiapkan diri dalam segala hal, termasuk mempersiapkan lingkungan tempat tinggalnya, masyarakat dan keluarganya yang setiap saat siap untuk menghadapi bahaya alam dan bersiap juga menghadapi penyakit yang mematikan.

Di dalam mempersiapkan diri tersebut, masyarakat perlu dipandu dan didukung oleh tenaga-tenaga yang sesuai serta juga fasilitas yang memadai yang didukung oleh pemerintah. Persiapan implementasi desa siaga yang dicanangkan oleh pemerintah kesehatan RI. Hal ini merupakan kesempatan bagi semua jajaran termasuk tim kesehatan untuk bersama-sama mensuksesan program ini. Oleh sebab itu pemerintah melakukan mobilisasi masa dan pemberdayaan masyarakat serta mendorong setiap desa mengembangkan desa siaga sebelum akhir 2008.

Perawat yang merupakan tenaga kesehatan terbesar di tim pelayanan kesehatan yang bekerja selama 24 jam merupakan tenaga yang seharusnya diperhitungkan untuk kesuksesan program ini. Maka perawat dengan mengacu dari prinsip-prinsip praktik keperawatan perawat komunitas yaitu : kemanfaatan, prinsip otonomi, keadilan harus dapat menerapkan perannya sebagai pemberi pelayanan, pendidik, pengelola, konselor, advokat/pembela pasien, dan sebagai peneliti. Oleh karena itu makalah ini akan mengulas tentang bagaimana peran dan fungsi perawat dalam mempersiapkan pelaksanaan desa siaga dalam rangka mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi bahaya-bahaya dalam kesehatannya.

  1. RUMUSAN MASALAH
    1. Apa yang dimaksud dengan desa siaga?
    2. Apa prinsip-prinsip praktik keperawatan komunitas?
    3. Apa kompetensi perawat di desa siaga?
    4. Apa peran perawat di desa siaga?
  1. TUJUAN
    1. Tujuan Umum

Adapun tujuan umum dari penulisan makalah adalah untuk menngetahui dan memahami peran perawat di desa siaga.

  1. Tujuan Khusus
  2. Untuk mengetahui pengertian desa siaga.
  3. Untuk mengetahui prinsip-prinsip praktik keperawatan komunitas.
  4. Untuk mengetahui kompetensi perawat di desa siaga.
  5. Untuk mengetahui peran perawat di desa siaga.

 

  1. MANFAAT
  2. Sebagai bahan acuan dan pemahaman konsep mengenai apa yang dimaksud dengan desa siaga.
  3. Sebagai bahan acuan dan pemahaman konsep mengenai prinsip prinsip praktik keperawatan komunitas.
  4. Sebagai bahan acuan dan pemahaman konsep mengenai kompetensi perawat di desa siaga.
  5. Sebagai bahan acuan dan pemahaman konsep mengenai peran perawat di desa siaga.
    1. METODE PENULISAN

Makalah ini ditulis dengan teknik deskriptif kualitatif dimana data-data bersifat sekunder. Makalah ini ditunjang dari dari data-data studi kepustakaan yaitu dari buku-buku literattur penunjang masalah yang dibahas serta dari media elektronik yaitu internet.

 

  1. SISTEMATIKA PENULISAN

Bab I Pendahuluan

  1. Latar Belakang Masalah
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan
  4. Manfaat
  5. Metode Penulisan
  6. Sistematika Penulisan

Bab II Pembahasan

Bab III Penutup

  1. Simpulan
  2. Saran

BAB II

PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN DESA SIAGA

Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan, secara mandiri dalam rangka mewujudkan desa sehat (R.Fallen & Budi Dwi K, 2010)

Sebuah Desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) (Depkes, 2007).

Desa Siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB, kejadian bencana, kecelakaan, dan lain-lain, dengan memanfaatkan potensi setempat, secara gotong-royong.

  1. PRINSIP-PRINSIP PRAKTIK KEPERAWATAN KOMUNITAS

Perawat dalam ujung tombak tenaga kesehatan di masyarakat tentu harus juga dipersiapkan dalam pelaksanaan desa siaga ini. Dengan mengacu dari prinsip-prinsip praktik keperawatan komunitas yaitu ( Astuti Yuni, Nursasi 2005):

  1. Kemanfaatan, yang berarti bahwa intervensi yang dilakuka harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi komunitas ( keseimbangan antara manfaat dan kerugian).
  2. Prinsip otonomi, yaitu komunitas harus diberikan kebebasan untuk melkakan atau memilih alternative yang terbaik yang disediakan untuk komunitas.
  3. Keadilan, yaitu melakuukan upaya atau tindakan sesuai dengan kemampuan atau kapasitas komunitas.
  1. KOMPETENSI PERAWAT DI DESA SIAGA

Mengacu dari BPPSDM Dep Kes 2006, mengenai sumber daya manusia (SDM) Kesehatan di Desa Siaga dijelaskan bahwa SDM pelaksana pada desa siaga ini menempati posisi yang sangat penting, dimana mereka akan berperan dalam sebuah tim kesehatan yang akan melaksanakan uapya pelayanan kesehatan. SDM Kesehatan yang akan ditempatan di desa siaga ini memiliki kompetensi sebagai berikut:

  1. Mampu melakukan pelayanan kehamilan dan pertolongan persalinan, kesehatan ibu dan anak.
  2. Mampu melakukan pelayanan kesehatan dasar
  3. Mampu melakukan pelayanan gizi individu dan masyarakat
  4. Mampu melakukan kegiatan sanitasi dasar
  5. Mampu melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan
  6. Mampu melakukan pelayanan kesiapsiagaan terhadap bencana dan mampu melaksanakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Perawat dengan peran dan fungsinya untuk ikut mensukseskan Desa Siaga, sebaiknya telah dipersiapkan dengan baik sehingga beberapa persyaratan SDM seperti dijelaskan diatas bisa dicapai.

  1. PERAN PERAWAT DALAM DESA SIAGA

Adapun peran perawat disini, antara lain (Old, London, & Ladewig, 2000):

  1. Sebagai pemberi pelayanan dimana perawat akan memberikan pelayanan keperawatan langsung adan tidak langsung pada klien dengan mengunakan pandekatan proses keperawtan pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
  2. Sebagai pendidik, perawat memberikan pendidikan kesehatan kepada klien dengan resiko tinggi atau dan kader kesehatan.
  3. Sebagai pengelola perawat akan merencanakan, mengorganiasasi, menggrakkan dan mengevaluasi pelayanan keperawatan baik langsung maupun tidak langsung dan menggunakan peran serta aktif masyarakat dalam kegiatan keperawatan komunitas.
  4. Sebagai konselor, perawat akan memberikan konseling atau bimbingan kepada kader, keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan komunitas dan kesehatan ibu dan anak.
  5. Sebagai pembela klien (advocator) perawat harus melindungi dan memfasilitasi keluarga dan masyarakat dalam pelayanan keperawatan komunitas.
  6. Sebagi penilti perawat melakukan penelitian untuk mengembangkan keperawatan komunitas dalam rrangka mengefektifkan desa siaga.

Sebagai contoh perawatan langsung pada kasus-kasus penyakit pada balita seperti diare, ISPA, kurang gizi, DBD, dll. Untuk kasus diare, perawat akan mengevaluasi status hidrasi untuk memutuskan rujukan yang diperlukan. Jika tidak terjadi dehidrasiatau dehidrasi ringan maka perawat akan memberikan asupan cairan atau oralit dan melakukan monitoring sampai perbaikan status hidrasi. Perawat di desa yang terpencil sudah sejak lama diharapkan bisa mengatasi maslah kesehatan meskipun diluar dari batas perannya yang sering disebut sebagai peran tambahan. (misalnya memberikan obat untuk penyakit-penyakit ringan dan memintakan pemerikasaan tes patologi).

Perluasan peran fungsi perawat ditliskan juga pada Potter And Perry (2001) sebagi berikut, perawat mempunyaoi fungsi yang sangat luas yangmembutuhkan pengetahuan dan ketrampilan dalam lingkup area yang bervariasi. Perubahan dan penambahan peran dari perawat termasuk meningkatkan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Dalam melaksanakan fungsinya trsebut perawat melaksanakan peran-peran yang saling berhubungan seperti sebagai pemeri pelayanan keperawatan, pengambil keputusan klinik dan etik, protector dan advokat dari klien, manajer, rehabilitator, komunikator dan pendidik.

Sebagai pemberi pelayanan keperawatan, perawatmembantu klien untuk menjalani proses pemulihan kesehatan. Perawat akan memberikan pelayanan keperawatan yang holistic sesuai dengan kebutuhan kliennya termasuk pengendalian emosional, spiritual dan sosial.

Sebagai pengambil keputusan klinik dan etik perawat menggunakan ketrampilan kritikal thingkingnya dengan menggunakan proses keperawatan sehingga pelayan yang diberikan efektif. Sebelum melakukan tindakan keperawatan baik itu mengkaji kesehatan klien, memberikan asuhan, mengevaluasi hasil pelayanan keperawatan, perawat akan merencanakan tindakannya dengan menentukan hal yang terbaik untuk masing-masing klien. Perawat dapat mengambil keputusan ini sendiri maupun berkolaborasi dengan klien dan keluarganya. Pada setiap keadaan, perawat berkolaborasi dan berkonsultasi dengan tim kesehatan lainnya.

Sebagai protector dan advokat dari kliennya perawat akan membantu mempertahankan lingkungan yang aman dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah cedera dan menjaga klien dari kemungkinan efek-efek samping dari tindakan diagnostic dan pengobatan, misalnya memastikan bahwa klien tidak alergi terhadap obat-obatan tertentu, memberi imunisasi untuk mencegah penyakit. Sebagai advokat, maka perawat akan membela klien dengan menjaga klien dengan menjaga hak-hak asasi manusia erta hak-hak hukum kliennya. Perawat akan membela kepentinagn kliennya tanpa membedakan agama dan budayanya. Misalnya perawat memberikan informasi tambahan pada klien apakah klien akan menerima pengobatan tertentu atau tidak, dan membantu mengkomunikasikan dengan keluarganya.

Sebagai manajer kasus, perawat mengkoordinasikan aktivitasnya dengan tim kesehatan lainnya seperti ahli gizi, fisiotherapis, ketika mengatur pelayanan keperawatan klennya. Dengan perannya tersebut perawat juga selalu membantu bagaiman mengatur pemulangan kliennya dari RS.

Sebagai rehabilitator perawat membantu kliennya untuk beradaptasi dengan kondisi kesehatan fisik maupun emosional setelah mengalami sakit, kecelakaan dan lain – lain. Keperawatan pada masa rehabilitative ini termasuk memberikan pendidikan kesehatan, mengajar berjalan dengan tongkat penyangga, membantu klien untuk melakukan koping yang baik dengan perubahan kehidupannya dan lain – lainnya.

Sebagai pemberi kenyamanan comforter  perawat memberikan perasaan nyaman kepada klien dengan sikap “carring” , klien tidak hanya tubunya saja teteapi juga memerluikan bantuan emosional dan kenyamanan sehingga membantu klien dalam mencapai kesembuhan.

Sebagai komunikator merupakan peran sentral dari perawat. Perawat berkomunikasi dengan klien dan keluarganya, antar perawat, dan dengan tim kesehatan juga dengan komunitas. Dengan komunikasi yang jelas akan membantu pelaksanaan pelayanan dengan efektif, membuat keputusan dengan klien dan keluarganya, menjaga klien, berkoordinasi dengan menejemen pelayan kesehatan klien, membantu klien dalam proses rehabilitasi, serta memberiken kenyamanan klien.

Sebagai pendidik, perawat menjelaskan konsep dan hal-hal tentang kesehatannya, mendemonstrasikan prosedur-prosedur seperti aktivitas keperawatan mandiri ibu hamil dan post partum, memastikan bahwa klien mengerti benar apa yang dijelaskan. Sebagaipendidik perawat ujga harus mengevaluasi apakh klien memahami dan mengubah prilakunya dan mengerti apa yang dijelaskan. Pendidikan kesehatan ini sering dilakukan secara informal dan formal misalnya pendidikan kesehatan yang dirancanakan (pada DM cara menyuntik insulin, perawatan bayi lahir, perawatan post partum, perawatan payu dara, dll). (Old, London, & Ladewig, 2000).

Sebagai tenaga kesehatan yang terdepan maka perawat harus bisa menerapkan fungsi dan perannya sebagai pemberi pelayanan keperawatan, menejer, pendidik, change agent, pengambil keputusan klinik, advokat klien, serta peneliti untuk dapat mempersiapkan masyarakat dalam mewujudkan desa siaga yang akhirnya menjadi desa sehat.

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Desa siaga merupakan program pemerintah Indonesia di dalam rangka mempersiapkan masyarakat khususnya di daerah pedesaan untuk tetap bersiap dan siaga dalam menghadapi dan mengatasi berbagai masalah kesehatan didesa.

Adapun peran perawat di desa siaga antara lain yaitu sebagai pemberi pelayanan dimana perawat akan memberikan pelayanan keperawatan langsung dan tidak langsung pada klien dengan mengunakan pandekatan proses keperawtan pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Sebagai pendidik, perawat memberikan pendidikan kesehatan kepada klien dengan resiko tinggi atau dan kader kesehatan. Sebagai pengelola perawat akan merencanakan, mengorganiasasi, menggrakkan dan mengevaluasi pelayanan keperawatan baik langsung maupun tidak langsung dan menggunakan peran serta aktif masyarakat dalam kegiatan keperawatan komunitas.

Sebagai konselor, perawat akan memberikan konseling atau bimbingan kepada kader, keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan komunitas dan kesehatan ibu dan anak. Sebagai pembela klien (advocator) perawat harus melindungi dan memfasilitasi keluarga dan masyarakat dalam pelayanan keperawatan komunitas. Sebagi penilti perawat melakukan penelitian untuk mengembangkan keperawatan komunitas dalam rrangka mengefektifkan desa siaga.

  1. SARAN

Dengan dibuatnya pembahasan mengenai peran perawat di desa siaga, maka adapun yang dapat disarankan hendaknya sebagai mahasiswa yang nantinya akan berperan sebagai praktisi kesehatan menerapkan fungsi dan perannya sebagai pemberi pelayanan keperawatan, manager, pendidik, change agent, pengambil keputusan klinik, advokat klien untuk dapat mempersiapkan masyarakat dalam mewukudkan desa siaga yang akhirnya menjadi desa sehat.

DAFTAR PUSTAKA

Astuti Yuni. Nursasi (2006). Peran Perawat Komunitas. Tidak dipublikasikan.

Departemen Kesehatan RI. 2005. DesaSiaga dan Komitmen Politik Untuk Meningkatkan Drajat Kesehatan Masyarakat. Http://www.depkes.go.id/index.php? Option = news &task = viewwarticle & sid= 1405 &itemid=2 diperoleh 26 mei 2006

Suara Pembaruan Kamis, 5januari 2006. Pemerintah dorong Pe&act=detail diperoleh 26 mei 2006.

http://chandrarandy.wordpress,com/2012/09/06/peran-perawat-dalam-desa-siaga

http://www.docstoc.com/docs/34460205/Keperawatan-Kesehatan-Komunitas

http://youtubedownloader.mybrowserbar.com/cgi/errors.cgi?q=http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/111073034.pdf&type=dns&ISN=66BDCB6D495E4740B274FE5743607C24&ccv=140&cnid=937811&cco=US&ct=3&sc=804b001e