“tanya hati tak ada jawabnya”


Minggu pagi dunia tampak bersinar secercah cahaya datang dalam rabunnya pagi ini,kabut masih menyelimuti ketika rendy seorang perawat yang di tugaskan di daerah terpencil memacu motor kesayangannya ke suatu tempat yang dimana di daerah tersebut kesehatan masih jauh dari sekedar mencapai kata cukup. Pagi ini rendy sesungguhnya hendak menemui seorang kerabat yang hanya satu-satunya di kenal di daerah terpencil ini.

Di perjalanan rendy  bersiul keriangan karena pagi ini awal harinya bertemu warga setempat, serta sempat juga di perjalanan  rendy menjumpai tak selayaknya masyarakat setempat mengambil air bersih di tempat pembuangan limbah yang di pabrik sebuah indrustri besar milik pemerintah. Untuk beberapa saat rendy terdiam dan berfikir tanpa di sadari rendy memarkirkan motornya dan melangkahkan kaki menuju tempat tersebut dan mencoba menanyakan hal-hal yang di anggapnya perlu untuk di pertanyakan,

Rendy :           maaf pak, apakah tidak ada sumber air yang lainnya di sini?

Sungguh kebetulan warga yang ada di sekitar tempat tersebut blm bisa atau masih fasih terhadap bahasa Indonesia sehingga tidak ada yang bisa menyahut akan apa yang di pertanyakan oleh rendy dan akhirnya perjalanan pun di lanjutkan setelah laju pacu motor mulai menginjak 2 jam perjalanan nampak dari kejauhan seorang kerabat mulai menghampiri serta nan jauh disana tampak sambutan mereka hangat akan kehadiran seorang perawat yang baru mendapat gelarnya di STIKes Kira Jaga, sekilas tentangnya nama lengkapnya adalah rendy  ady wibisana, umurnya baru menginjak kepala 2 yang sekarang terhitung 24, sejak SD tidak ada yang begitu istimewa begitupun setelah kuliah tiada yang istimewa akan dirinya,mungkin yang istimewa di dirinya adalah kemauan untuk berusaha yang tinggi itu baru mungkin belum pasti juga apakah masih di jalaninya kemauan tersebut,kalau bicara tentang skill ehmm rendy tipe  orang yang serba ngikut dan suka sekali menjadi plagiator yah ini juga mungkin sebuah keistimewaannya, kalau bicara nilai, nilai yang dia dapatkan memuaskan akan tetapi tak sebanding dengan skillnya, begitulah mungkin juga karena kesan plagiator yg selalu melekat bahkan menjadi nama pendeknya di kelas. Ini adalah debut pertamanya, rendy mendapatkan pekerjaan di luar kota(desa) yang terpencil seperti sekarang ini semua karena ke inginannya dan juga keharusan Ayahnya.

gita :    “hey’ sini”(memanggil rendy), (gitapun menyampaikan opininya ke masyarakat setempat dengan bahasa mereka yang dalam bahasa Indonesia) “wah inilah sahabat saya di kota bapak-bapak,ibu-ibu beliau adalah orang yang mahir  di bidangnya kehadiran beliau disini adalah jawaban untuk kita semua atas doa-doa yang kita panjatkan kehadapan Tuhan, mari kita rayakan kehadiran beliau”

sembari merayakan kehadiran rendy dan pada saat itu juga mereka saling menukar pikiran satu sama lain sampai di ujung cengkrama mereka, rendy mengungkapkan sesuatu yang tak pernah di duga sebelumnya

rendy:  ehm, maaf sebelumnya bisa saya bicara sebentar, saya sangat berterimakasih atas kebaikan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian telah menerima kehadiran saya disini, mohon bisa di bimbing di desa ini selama saya praktik di sini ya bapak-bapak ibu-ibu,

dan public pun terdiam entah karena terkesima atau bingung, tanpa pikir panjang gitapun menjelaskan kembali apa yang di katakan oleh sahabatnya kehadapan masyarakat setempat, hari pun menjelang siang pesta sederhana ala desa pun usai dan akhirnya gita mengajak rendy ke suatu tempat yang telah di sediakan oleh warga untuk tempat tinggalnya sementara,

sesampainya di tempat tersebut

gita :    nah ren inilah tempat tinggalmu nanti selama tinggal disini, maaf ya sederhana, adanya Cuma ginian kalau di kampung maklum ren,

rendy:  iya engga knp kog gita ini aja dah bagus banget untuk tinggal seorang diri makasih ya gita atas semuanya besok saya akan datang pagi-pagi dan mulai untuk berbenah-benah dahulu ya gita batuin ya,

gita :    oke deh

akhirnya rendy pun pulang dengan rileksnya semua kekhawatiran dan kecanggungannya di hari pertama jumpa telah sirna.

Sesampainya di rumah rendy menyiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatanya di hari esok setelah segala sesuatunya telah siap rendy pun akhirnya mengistirahatkan dirinya setelah lelah prepare,….

Ke esokan paginya rendy bangun sekitar jam 5 pagi ketika embun dan mentari saling lahap-lahapan.

Setelah melewati beberapa rintangan rendy pun sampai di tempat tujuan.sedangkan gita pada saat itu sudah menunggunya sekian lama,merekapun saling bekerja sama dalam usaha mencapai kesehatan yang telah mereka canangkan sebelumnya.

Jauh pada masa lalu rendy dan gita adalah dua insan yang saling mencintai namun lucunya mereka saling memendam perasaan mereka hingga kini sudah 5 tahun lamanya tak ada satupun yang menyangka mereka di pertemukan kembali,sekilas tentang gita dia adalah sarjana kesehatan masyarakat yang nota bene adalah satu angkatan dengan rendy namun untuk kebiasaannya sedikit berbeda dengan rendy nama panjangnya adalah Sugi Martha Cahyani.

Singkat cerita

Haripun berlalu,mereka berdua bahu membahu menumbuhkan kesehatan yang masih luluh lantah di desa tersebut,di samping itu rendy juga mempertanyakan beberapa hal terhadap gita mengenai limbah industry di desa dan masih banyak yang mereka sampaikan pada setiap kesempatan hingga tanpa terasa 1 tahun sudah rendy bekerja di tempat tersebut,dan peningkatan pun mulai menunjukan batang hidungnya, hingga tempat ia bekerja sekarang sudah mulai ramai oleh orang-orang yang mau berubah,..seiring sejalan dengan peningkatan tersebut mungkin gita lelah menunggu rendy menyatakan perasaannya apakah mungkin atau tidak kini rendy harus gigit jari kembali ketika mendapatkan kartu undangan yang di sodorkan oleh gita sendiri

Gita :               datang ya?

Rendy :           iya aku datang (dengan nada sedih)

Adaperasaan hancur dalam jiwa seorang  pengharap,ada rasa yang hilang di dalam hati, dan kini Rendy hanya bisa  mencoba menerima kenyataan yang harus di jalaninya walaupun pedih hati tak dapat di ungkapkan selalu menghampiri, rasa bersalah bahkan penyesalan menghantui malam di tidurnya.

Seiring dengan berjalannya waktu  kini gita telah berstatus menikah dan tak kunjung lama dari hari pernikahan mereka gita di anugrahkan Tuhan untuk mengandung buah hati.

Tanpa terasa 9 bulan sudah kini umur kandungan Gita bersama jono lelaki yang di nikahinnya 11 bulan lalu, dan karena masih terbatasnya sarana kesehatan di desa tersebut gita dan suaminya terpaksa harus selalu konsultasi dengan rendy karena itu tempat satu-satunya, dalam setiap kesempatan rendy selalu mencoba untuk  professional dalam melakoni pekerjaannya walaupun kerap kali rendy menangis akan hal tersebut, meskipun sesungguhnya hatinya menjerit pedih,namun tetap ketegaran mampu menyelimuti dirinya, hati memang tak pernah bisa untuk di bohongi.

Berkali-kali rasa yang sama menghantui dalam mimpi maupun  dalam kenyataan hidupnya, seakan mengikis rasa teguh dalam jiwa seorang sarjana keperawatan itu, dalam setiap kesempatan rendy ingin sekali menghindar akan tetapi pekerjaannya mengharuskan rendy tatap muka. kembali lagi rendy harus dapat menahan perasaan yang di milikinya untuk dapat melakoni pekerjaannya dengan professional, Tak jarang rendy gugup dalam melakukan tugasnya.

Di lain pihak jono suami gita adalah orang yang sangat berbahagia akan kehamilan gita, bahkan jono berjanji pada istrinya akan merayakan kelahiran sang buah hati nanti,sedikit tentang jono dia adalah pemuda keren anak kades di desa tersebut akan tetapi tanpa di sadari orang sekitar jono memiliki riwayat penyakit yang masih menggerogoti tubuhnya, penyakit ini sudah di deritanya sejak 4 tahun yang lalu namun tiada yang tahu akan hal tersebut hingga tak jarang jono juga mengabaikannya.sedangkan gita kini merasakan kedua rasa yang di rasakan suaminya dan juga sahabatnya yang mencintainya jauh di lubuk hatinya ada rasa sedih  namun untuk membahagiakan orang sekitar gita mulai mengabaikan perasaan itu dan ikut bahagia olehnya.

Pasangan gita dan jono sudah tidak sabar  menanti nanti atas hari lahir yang telah di perkirakan oleh rendy,sembari menunggu mereka sudah menyiapkan segala sesuatunya, setelah sekian lama mereka menunggu akhirnya hari itupun tiba,  mereka sudah bersiap-siap sekitar jam 8 malam gita merasakan sakit yang bukan kepalang rasanya namun dengan kesigapan  jono gita lebih merasa tenang dengan di bantu perawat rendy kini gita dapat melahirkan dengan tenang, proses persalinan sempat disertai beberapa kendala, semua perasaan tercurah dalam proses tersebut,rendy salah satunya menumpahkan rasa sayangnya dengan membantu gita dalam persalinannya dan berusaha semaksimal mungkin, di samping itu masih juga ada rasa pedih  teramat dalam di rasakan oleh rendy namun hal itu tak membuat rendy berhenti berusaha membantu gita dan jono walaupun hal tersebut begitu menyakitkan baginya berkali kali rendy di hadapkan atas ujian yang membuat dirinya mampu bertahan, di samping itu jono merasa tak sabar akan anak pertamanya berharap semuanya lancar berharap istri dan anaknya bisa melewati prosesi tersebut dengan baik walaupun dengan alat yang seadanya,sedangkan gita merasakan hal yang beda ketika rendy membantunya se akan rasa yang dulu ada dan tumbuh kembali,rasa sakit kini tak membuatnya menyerah walau lelah, lemah tubuh mungil bersama bayinya tetap berusaha, setelah beberapa jam kemudian akhirnya proses yang di tunggu tunggu dapat di lewati dengan baik.

keluarga besar gita,jono sangat bahagia sehingga tidak terlalu menghiraukan (melupakan)  rendy,keluarga belum sempat mengucapkan terimakasih kepada rendy ketika rendy sudah beranjak pergi setelah berbenah-benah.

Keesokan harinya rendy memantau keadaan gita begitu seterusnya sampai akhirnya gita bisa mandiri akan kesehatannya,dalam beberapa bulan terakhir rendy sempat berfikir untuk pindah kerja karena baginya sudah cukup,pengalaman pun sudah di dapatnya dan kontrak kerjanya di desa tersebut sudah akan berakhir bulan depan.

Seiring sejalan waktu berlalu,sehingga tanpa terasa hari di mana kontrak berakhirpun tiba, rendy tidak ingin memperpanjang kontraknya kembali karena sudah tidak ada alasan untuk tinggal di tempat tersebut lagi pula ayah rendy di kota telah menunggu untuk menggantikan beliau memimpin RS swasta milik keluarga rendy yang telah ternama, rendy mempersiapkan segala sesuatunya untu berangkat pergi meninggalkan desa tersebu sehari sebelum ia pergi barang-barang miliknya sudah di bawanya kekota namun seiring kepergian rendy masyarakat dan keluarga gita ,jono ingin mengucapkan terimakasih sehingga di buatkanlah rendy sebuah pesta perpisahan, mau tidak mau dia harus menghadiri  undangan tersebut, walau sekali lagi harus menelan pedih,akan perasaan yang tak menentu bimbang dan bingung  belakangan ini selalu menimpanya.

Singkat cerita

Malam pun tiba rendy dengan sedikit terlambat akhirnya sampai di tempat pesta,dengan rasa penuh hormat kehadapan masyarakat yang menyayanginya akhirnya ia memutuskan untuk berpesta melewati malam ini, sungguh luar biasa hal yang di rasakan oleh rendy malam itu, di tengah riuhnya pesta tiba-tiba jono terjatuh entah apa yang membuatnya seperti itu dengan sigap gita menghampiri suaminya dengan sikap cemas, riuhnya pestapun menjadi hiruk pikuk akan keadaan yang tak menyenangkan tersebut, masyarakat meminta pertolongan rendy untuk dapat membantu jono yang sedari tadi tergeletak lemah, rendypun memberi bantuan seadanya ke jono hingga akhirnya jono bisa terjaga kembali,dengan bantuan masyarakat jonopun di antar pulang, pestapun berakhir, dan dengan hati yang sedih rendy harus kembali meninggalkan desa yang di cintainya  beserta masyarakat yang di sayanginya, dengan perlahan rendy mulai memacu laju kendaraannya, di tengah perjalanan rendy di hubungi oleh gita, perasaan aneh mulai menghampirinya dan juga banyak pertanyaan yang muncul dari benaknya,dengan mengabaikan semua itu rendy mencoba menenangkan dirinya sejenak dan dengan  keterpaksaan hatinya dia mengangkat handpone miliknya yang sudah sedari tadi bergetar di tangannya, dengan memperlambat laju pacu motor rendy mendengar gita meminta bantuannya untuk membantu jono suaminya, keteguhan hati mulai terusik,hanya bimbang yang di milikinya saat itu, kembali rendy teringat kebaikan masyarakat dan juga kebaikan gita, hal tersebut mendorongnya  mengatakan  kesanggupan untuk menolong jono, laju pacu motor kini berbalik arah menuju pedesaan yang saat itu sudah sangat sepi karena sudah sangat larut malam.

Sesampainya di rumah jono rendy dengan sigap segera mengetuk pintu rumah jono yang disaat bersamaan gita membukakan pintu, tampak rendy membelalakan matanya ketika melihat jono tersungkur dari tempat tidur sesegera mungkin ia menghampirinya, dengan bantuan seadanya rendy mencoba menolongnya, namun naas saat itu jono kritis, bantuan BHDpun di berikan kepada jono, namun jono harus mendapatkan perawatan yang intensif saat itu juga sehingga mengharuskan jono di bawa ke RS di kota,rendy pun menerangkan keadaan jono kepada gita beserta keluarga besar gita,jono pada saat itu pula tidak ada kendaraan yang dapat membawa jono sedangkan motor yang di bawa oleh rendy adalah motor dengan cukup tumpangan satu orang saja, dengan sedikit memutar otak rendy mengikat tubuh jono dengan tubuhnya sehingga jono bisa segera di bawa ke RS di kota, rendypun sesegera memacu motornya membawa jono ke kota dengan persetujuan keluarga jono dan gita, kini hidup jono bergantung terhadap rendy laki-laki yang telah di sakiti hatinya,

Di tengah-tengah perjalanan rendy mulai mengalami hambatan kembali bensin motornya pun habis,tak di sangka olehnya akan mendapatkan hal seperti ini, kini kegaduhan dalam hati mulai muncul kembali, sempat terlintas untuk meninggalkan jono di tengah perjalanan, namun siapa sangka dengan relanya si rendy mengangkat jono ke punggungnya merekapun kembali menapak sisir jalanan sesekali rendy berhenti karena kelelahan,sesekali juga hatinya mmpertanyakan untuk apa, untuk siapa dia melakukan hal ini,buat ap, apa untungnya sehingga dia mau melakukan ini, entah apa jawabanya bagi seorang rendy  tidak ada yang pernah tahu akan jawabannya, sekarang yang dia tahu adalah bagaimana jono harus dapat terselamatkan, berbekal badan besar dan sehat akhirnya rendy dapat membawa jono sampai di tempat tujuan, walaupun lelahnya bukan kepalang  rendy masih sempat juga menunggui jono yang sedang di berikan tindakan, rasa cemas dan tanggung jawabnya muncul kembali, sehingga dengan sigapnya rendy memberikan dispensasi pembayaran terhadap keluarga jono yang ia ketahui belum memiliki biaya untuk melakukan perawatan, entah apa yang ia pikirkan saat itu tingkahnya sungguh mulia ,malam begitu terasa sangat lama baginya dan menjadi kenangan tak terlupakan nantinya.

Saat pagi menjemput

Rendy masih merasa cemas, cemas terhadap keadaan jono,sedangkan di sisi lain jono masih terbaring lemas tak berdaya namun kondisinya mulai membaik, jono di diagnose stroke oleh tenaga medis RS,di pihak lain gita dan keluarga berduyun-duyun mendatangi RS tersebut setelah di beri tahukan oleh rendy.

Satu bulan kemudian jono sembuh dan di perbolehkan untuk pulang ke rumah, keluargapun sangat bahagia mendengar berita tersebut, hingga pada saat pulang, gita beserta keluarga mencoba mengurus semua proses pembayaran namun mereka terkejut ketika semua proses pembayaran yang di bebankan terhadap jono sudah beres semua, mereka bingung siapa yang telah membantu mereka, dan saat di tanyakan kejelasannya tidak ada yang dapat memberitahu karena si penolong ingin di rahasiakan.

Setelah sebulan lamanya dan semenjak kejadian tersebut rendy semakin tak dapat di jumpai lagi oleh kami, kini desa telah berkembang banyak peninggalan rendy maupun asset-aset kesehatan rendy kini berkembang pesat di tempat tersebut, bagi kami rendy adalah pahlawan yang terlahir dengan hati yang bersih dan suci, memiliki kasih sayang dalam pelayanannya.

arjuna penyair

nb: kisah ini di dedikasikan untuk:

STIKES WIRA MEDIKA,

KSR KUSUMA MANDALA,

A3/D, dan rekan-rekan spirit, serta rekan-rekan crew BTW,

maupun keluarga terutama untuk TUHAN dan BUNDA