gambar erotis bikin laki-laki lupa daratan


imgJakarta, Laki-laki dikenal mudah terpengaruh wanita. Tidak hanya cepat merespons hal-hal berbau erotis, laki-laki juga bisa kehilangan akal ketika melihat foto-foto erotis. Itulah kenapa di lokasi kasino, pemiliknya memajang perempuan-perempuan super seksi untuk memancing pria lebih berani mempertaruhkan hartanya.

Peneliti dari Stanford University telah menemukan bahwa ketika laki-laki melihat foto erotis, area otak yang berhubungan dengan harapan akan mendapat rangsangan. Hal ini menyebabkan laki-laki mau mengambil risiko yang lebih besar daripada yang mereka mampu.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal NeuroReport ini menggunakan scan otak fMRI untuk melacak perubahan otak peserta ketika memandang foto-foto yang positif, negatif atau netral. Peserta kemudian diminta cepat membuat keputusan untuk memilih salah satu dari dua risiko dalam perjudian.

Sang peneliti, Brian Knutson, menunjukkan bahwa fMRI dapat digunakan untuk memprediksi apakah orang tersebut akan mengambil risiko atau tidak. Ketika mengambil risiko, area otak yang disebut nucleus accumbens menunjukkan aktifitas yang makin meningkat. Ketika memilih untuk menghindari risiko, area berbeda yang disebut insula menunjukkan peningkatan.

Knutson dan koleganya meneliti mahasiswa laki-laki heteroseksual. Foto laki-laki diperlihatkan untuk merangsang respons emosional, foto erotis digunakan untuk merangsang respons positif, foto ular dan laba-laba untuk meminta respons negatif, dan foto perlengkapan kantor untuk memicu respons netral.

Setelah melihat setiap foto, para peserta diminta segera memutuskan apakah akan memilih perjudian yang berisiko tinggi atau memilih perjudian yang berisiko rendah. Terlepas dari pilihannya, mereka memiliki kesempatan menang atau kalah yang sama besar. Knutson memberi setiap orang US$ 10 untuk modal berjudi sebelum memasuki pemindai fMRI.

“Kami ingin mereka benar-benar mempertimbangkannya. Tergantung pada kemampuan berjudi dan hasil acak, mereka bisa menang ataupun kalah. Kami mengambil uangnya kembali jika mereka kalah,” kata Knutson.

“Ketika melihat foto erotis, aktifitas di area nucleus accumbens meningkat dibandingkan dengan rangsangan lain. Peningkatan aktifitas di daerah itu terjadi sebelum memilih melakukan perjudian yang berisiko tinggi,” kata Knutson seperti dilansir altpenis.com, Senin (16/1/2012).

Para peneliti kemudian menerapkan analisis statistik untuk menentukan apakah aktivasi di nucleus accumbens mempengaruhi beberapa perilaku tertentu. Ternyata aktifasi itu berpengaruh pada rangsangan positif. Setelah melihat foto-foto erotis, peserta cenderung lebih sering melakukan perjudian dengan risiko tinggi.

Temuan ini memperjelas hal-hal apa saja yang mungkin menyebabkan daya tarik emosional menjadi efektif atau tidak efektif dalam iklan, kampanye politik, dan perjudian.

“Di kasino, perempuan kebanyakan mengenakan kostum minim, diberi alkohol gratis, ditambah dengan asesoris lonceng, lampu dan hal-hal yang tampaknya tidak berhubungan dengan judi. Kesemuanya ini dapat mengaktifkan daerah otak yang mendorong orang mengambil risiko, sehingga membuat orang-orang berjudi lagi dan lagi,” kata Knutson.