aku masih memiliki tuhan


dulu sekali, ketika papa meninggal, aku merasakan semua duniaku hilang, semua hidup ku ikut terkubur bersama papa. hampa setiap hari ku jalani hidup, ingin menangis menjerit bahkan sempat kurasakan hilang pendengaranku. semua yang ku genggam, semua milikku, semua harapanku hilang terampas semua seperti angin kencang yang merontokkan semua daun dipohonnya..

 

tapi setelah melihat kisah yi kyung dan yi soo, aku tersadar aku masih mempunyai tuhan yang melindungiku setiap saat, walaupun aku tak memiliki apa- apa lagi.. aku masih sangat bersyukur setidaknya untuk beberapa bulan saja aku hilang kesadaran untuk kembali hidup seperti biasa. tuhan masih sayang dengan ku karna aku selalu berdoa agar aku tak kesepian lagi. hari-hari ku yang gelap diterangi dengan sujud ku agar semua kesedihan ku terhapus..

 

memang banyak perbedaan antara kisah ku dengan yi kyung, segenap hilang semua jiwa nya (yi kyung) ketika yi so meninggal akibat kecelakaan di jalan raya, yi soo tewas ditempat dengan tubuh yang berlumuran darah. yi soo adalah  teman masa kecil yi kyung, teman satu panti asuhan, teman yang tumbuh bersama, teman yang selalu berbagi suka dan duka akibat diterlantarkan orang tua mereka, serta kekasih atau teman sehidup semati. 5 tahun yi kyung hidup dengan keadaan berantakan, ia tak pernah memandang indah dunia yang ia jalanin, ia tidak percaya lagi pada semua org. hidupnya dijalanin hanya untuk tidur, kerja, dan makan mie instan begitu seterusnya selama 5 tahun. ia tak pernah tau mengapa ia selalu sendirian di dunia ini, pertama ia dibuang oleh ibunya, lalu ia ditinggalkan cintanya,, tak ada rasa bahagia lagi untuknya.. ia menyia-nyiakan 5 tahun nya untuk menyesali nasibnya..

 

untuk aku tidak begitu, aku cukup tersadar ketika byk hal yang bergantung padaku, dan aku tidak ingin mati sia-sia karna kesedihan yang begitu mendalam, cukup aku ceritakan saja pada tuhan agar ia melihat betapa sedihnya hatiku..