PENERAPAN METODE TIRASI ASAM BASA DALAM PENENTUAN KADAR AMONIA AIR TAMBAK


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Terdapat beberapa metode untuk menentukan kadar suatu zat (titrasi) dalam campuran. Diantara metode-metode tersebut, volumetri, gravimetri, dan potensiometri merupakan metode konvensional. Volumetri merupakan cara penentuan kadar berdasarkan volume zat yang terukur. Metode ini menggunakan istilah titran, sampel, dan indikator. Titran merupakan zat yang telah diketahui kadarnya, sampel merupakan zat yang akan ditentukan kadarnya, sedangkan indikator merupakan petunjuk kapan kegiatan titrasi harus dihentikan. Peralatan yang digunakan meliputi labu Buret sebagai tempat titran yang disanggah oleh stattif dan klem, serta labu Erlemeyer sebagai tempat sampel yang diteliti. Berdasarkan jenis reaksinya, metode volumetri dibedakan atas titrasi redoks, pengendapan, dan asam basa (Muchtaridi, Justiana, 2007)
Titrasi asam basa yang disebut juga netralisasi, dibedakan atas asidimetri dan alkalimetri berdasarkan jenis zat yang akan ditentukan kadarnya. Asidimetri untuk menentukan kadar asam oleh basa, sedangkan alkalimetri untuk menentukan kadar basa oleh asam (Esdi, 2011).
Penelitian ini menerapkan metode asam basa jenis alkalimetri. Sebagai basa adalah ammonia yang terkandung dalam sampel berupa air tambak di banjar Tedung, desa Tedung, Gianyar. Sebagai titran digunakan larutan asam sulfat yang telah dipastikan kadarnya melalui pembakuan dengan larutan natrium hidroksida. Titik akhir titrasi ditandai dengan tepat hilangnya warna merah dari larutan indikator fenol ftalein. Kadar amonia dihitung melalui rumus ekivalensi hasil kali antara volume dan normalitas amonia dengan asam sulfat.

Tambak merupakan kolam buatan, biasanya di daerah pantai, yang diisi air dan dimanfaatkan sebagai sarana budidaya perairan. Budidaya ikan bukanlah hal yang mudah dilakukan karena selain kualitas pakan untuk ikan, kualitas lingkungan perairan juga sangat penting untuk diperhatikan. Perlu diingat bahwa air merupakan media paling vital bagi kehidupan ikan. Suplai air yang memadai untuk memecahkan berbagai masalah dalam budi daya ikan secara intensif dapat dilakukan melalui langkah-langkah: menghanyutkan kumpulan bahan buangan dan bahan beracun, dan mengencerkan atau melarutkan sejumlah zat-zat organik terlarut, sehingga air tetap berada pada kondisi optimalnya. Selain kuantitasnya (volume, kecepatan dan debit air), kualitas air juga harus memenuhi persyaratan untuk mendukung kelangsungan kegiatan budidaya ikan. Salah satu bahan yang banyak terkandung dalam tambak ikan adalah amonia (Nurhidayah, 2011).
Amonia merupakan suatu zat yang berbahaya bagi kesehatan dan ikan budidaya. Kandungan amonia yang tinggi dalam air tambak dapat mempengaruhi budi daya ikan yaitu dapat menyebabkan kematian ikan, selain itu limbah dari tambak dapat menyebabkan pencemaran lingkungan di sekitarnya misalnya menimbulkan bau yang tidak sedap. Selain itu senyawa ini pada kadar 400-700 ppm dapat menyebabkan iritasi terhadap saluran pernapasan, hidung, tenggorokan dan mata. Juga dilaporkan pada kadar 5000 ppm menimbulkan kematian (Nurhidayah, 2011).
Amonia pada air tambak dapat berasal dari laju pemberian pakan yang tinggi, tinja dari aktivitas metabolisme biota perairan dan dekomposisi bahan organik oleh bakteri (Effendi, 2000). Kadar amonia untuk perikanan dan peternakan maksimal adalah 0,016 mg/L (Mintardjo et al, 1984).

1.2 Rumusan Masalah
1) Bagaimana penerapan titrasi asam basa dalam penentuan kadar amonia dalam air tambak?
2) Berapakah kadar amonia yang terkandung dalam air tambak ikan yang digunakan sebagai sampel?
3) Apakah kadar amonia yang terkandung dalam air tambak ikan yang digunakan sebagai sampel melebihii batas yang dipersyaratkan untuk mendukung kelangsungan kegiatan budidaya ikan?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan umum
1) Untuk mempelajari metode titrasi asam basa.
1.3.2 Tujuan khusus
1) Menentukan kadar amonia dalam air tambak.
2) Menganalisis kualitas air tambak ditinjau dari kadar amonia yang terkandung di dalamnya.

1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi peneliti
Memperdalam pengetahuan tentang metode Titrasi Asam Basa.
1.4.2 Bagi institusi
Sebagai bahan tambahan referensi di Perpustakaan tentang penerapan metode Titrasi Asam Basa dalam menentukan kadar amonia pada air tambak.
1.4.3 Bagi masyarakat
1) Sebagai informasi kadar amonia dalam air tambak.
2) Sebagai informasi tentang baku mutu air tambak, khususnya kadar amonia.

1.5 Pertanyaan Penelitian
1) Titrasi asam basa dapat digunakan untuk penentuan kadar ammonia dalam air tambak.
2) Kadar amonia dalam sampel melebihi batas yang dipersyaratkan untuk mendukung kelangsungan kegiatan budidaya ikan.