pedoman penyusunan skripsi dan KTI


DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I             PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Tujuan
  3. Sistematika

 

BAB II PETUNJUK UMUM

  1. Persyaratan Proposal/Skripsi
  2. Syarat Pembimbing Proposal/Skripsi
  3. Tugas Pembimbing
  4. Pengajuan Proposal
  5. Pelaksanaan Skripsi
  6. Ujian Skripsi
  7. Penyelasaian Tugas Akhir

 

BAB III STRUKTUR PROPOSAL/SKRIPSI

  1. Bagian awal
  2. Bagian Utama
    1. Latar Belakang Masalah
    2. Rumusan Masalah
    3. Tujuan Penelitian
    4. Manfaat Penelitian
    5. Tinjauan Pustaka
    6. Kerangka Konsep
    7. Variabel dan Definisi Operasional Variabel
    8. Hipotesis
      1. Jenis  Penelitian
      2. Tempat dan Waktu Pilihan
        1. Populasi dan Sampel Penelitian
        2. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
        3. Pengolahan dan Analisa Data
        4. Bagian akhir
          1. Daftar Pustaka
          2. Lampiran
  1. Pendahuluan
  1. Kerangka Konsep
  1. Metode Penelitian

BAB IV TATA CARA PENYUSUNAN TUGAS AKHIR (SKRIPSI)

  1. Bagian Awal
  2. Bagian Utama

1. Pendahuluan

2. Kajian  Pustaka

3. Kerangka Konsep

4. Metode Penelitian

5. Hasil Penelitian dan Pembahasan

a. Hasil Penelitian

b. Pembahasan Hasil Penelitian

c. Simpulan dan Saran

  1. Bagian Akhir

 

BAB V TATA CARA PENULISAN

I.            Bahan dan Ukuran kertas

II.            Pengetikan

III.            Penomeran

IV.            Penyajian Tabel dan Gambar

V.            Penggunaan Bahasa

VI.            Pengguanaan Nama

  1. Kutipan, Singkatan dan Istilah baru

 

LAMPIRAN

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Lulusan perguruan tinggi dituntut untuk memiliki academic Knowledge, skill of thinking, management skill dan communication skill . Kekurangan salah satu dari 4 keterampilan/kemahiran tersebut dapat menyebabkan berkurangnya mutu lulusan. Sinergisme akan tercermin melalui kemampuan lulusan dalam kecepatan menemukan solusi atas persoalan-persoalan atau tantangan-tantangan yang dihadapinya.

Perilaku dan pemikiran yang ditunjukkan akan bersifat konstruktif realistik, dan  kreatif (unik dan bermanfaat) serta dapat diwujudkan. Kemampuan berpikir dan bertindak kreatif pada hakekatnya dapat dilakukan setiap manusia terutama dalam jenjang  pendidikan tinggi.

Pertumbuhan dan perkembangan kreativitas merupakan jelmaan integratif  3 (tiga) faktor utama dalam diri manusia, yaitu: pikiran, perasaan dan keterampilan. Faktor pikiran meliputi imajinasi, pesepsi dan nalar. faktor perasaan terdiri dari emosi, estetika dan harmonisasi dan faktor keterampilan mengandung bakat, faal tubuh dan pengalaman.

Meningkatkan kreatifitas dan kualitas lulusan STIKes Wira Medika PPNI Bali melalui integrasi academic Knowledge, skill of thinking, management skill dan communication skill  dalam bentuk karya ilmiah dibutuhkan panduan  untuk menuntun kreatifitas mahasiswa sehingga hasil karya dapat berdaya guna dan berhasil guna.

  1. B.     Tujuan

Pedoman penyusunan karya ilmiah ini sebagai dasar untuk membantu mahasiswa dan dosen pembimbing dilingkungan tatanan akademik STIKes Wira Medika PPNI Bali dalam menyelesaikan karya ilmiah sebagai tugas akhir.

 

  1. C.    Sistematika

Sistematika panduan ini terdiri atas 5 bab sebagai berikut :

BAB I             : PENDAHULUAN

BAB II                        : PETUNJUK UMUM

BAB III          : STRUKTUR PROPOSAL/SKRIPSI

BAB IV          : TATA CARA PENYUSUNAN TUGAS AKHIR

(SKRIPSI)

BAB V            : TATA CARA PENULISAN

 

 


BAB II

PETUNJUK UMUM

 

  1. A.    Persyaratan Proposal/Skripsi/ Karya Tulis Ilmiah
  2. Program Studi Ilmu Keperawatan

Mahasiswa yang menyusun proposal/skripsi harus memenuhi persyaratan, sebagai berikut :

  1. Program reguler telah mengumpulkan  80% dari total mata kuliah yang harus ditempuh  (kurang lebih pada awal semester 7) dan program non reguler 45 % dari total mata kuliah yang harus ditempuh (kurang lebih pada awal semester).
  2. Indeks Prestasi kumulatif minimal 2.00
  3. Tidak ada nilai E/ TL (tidak lulus)
  4. Nilai D maksimal untuk 1 mata kuliah
  5. Mengisi KRS (Kartu Rencana Studi) untuk mata kuliah skripsi.
  6. Melampirkan Kartu Hasil Studi (KHS) dari semester 1 sampai semester 6 untuk mahasiswa regular dan mahasiswa non regular dari semester 1 sampai semester 2.
  7. Mahasiswa harus melunasi administrasi keuangan pada semester yang terkait

Persyaratan dikumpulkan melalui Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) untuk divalidasi kelengkapannya.

 

  1. Program Studi Analis Kesehatan

Untuk dapat menempuh Karya Tulis Ilmiah/KTI (Program Diploma III), mahasiswa harus memenuhi persyaratan akademik sebagai berikut:

  1. Telah menyelesaikan minimal 85% beban studi komulatif yang dipersyaratkan
  2. Telah menyelesaikan semua mata kuliah prasyarat untuk penyusunan dan penulisan laporan tugas akhir.
  3. Nilai setiap mata kuliah minimal C dengan IPK semester I-V minimal 2, 75
  4. Sikap dan kepribadian mahasiswa dilahan praktek maupun kampus dinilai baik
  5. Telah memenuhi persyaratan akademik
  6. Memiliki kartu mahasiswa yang berlaku pada semester bersangkutan
  7. Memiliki KRS semester bersangkutan yang mencantumkan/memprogramkan KTI dan telah ditandatangani oleh dosen wali

 

  1. B.     Syarat Pembimbing Proposal/Skripsi/ Karya Tulis Ilmiah

Dosen pembimbing proposal/skripsi/ Karya Tulis Ilmiah ditugaskan dengan Surat Keputusan Senat  STIKes Wira Medika PPNI Bali  berdasarkan  usulan dari bidang akademik dan Program Studi baik dari program studi Ilmu Keperawatan maupun dari program studi Analis Kesehatan.

  1. I.         Program Studi Ilmu Keperawatan

Syarat pembimbing  proposal/skripsi program studi ilmu keperawatan adalah sebagai berikut :

  1. Pembimbing proposal/skripsi adalah dosen dengan jenjang pendidikan minimal strata 1 ( S1).
  2. Status Pembimbing I adalah dosen yang memiliki kompetensi dalam bidang penelitian dengan latar belakang pendidikan minimal strata 2 (S2)
  3. Pembimbing 2 adalah dosen  program studi ilmu keperawatan STIKes Wira Medika dengan latar belakang pendidikan minimal strata 1 (S1) sarjana keperawatan (NERS) atau sarjana kesehatan yang ahli dibidangnya.
  4. II.         Program Studi Analis Kesehatan

Selama proses penyusunan dan penulisan KTI, mahasiswa dibimbing oleh tim pembimbing, terdiri atas:

  1. Sekurang-kurangnya 2 (dua) orang pembimbing dengan kualifikasi sekurang-kurangnya Strata 1/D IV, yaitu:
  • 1 (satu) orang pembimbing utama, selaku penanggungjawab dan
  • 1 (satu) orang pembimbing anggota atau lebih, dan/ atau
  • 1 (satu) orang pembimbing lapangan (apabila diperlukan)
  • Salah stau pembimbing wajib berlatar belakang pendidikan sesuai bidang studi
  1. Pembimbing utama dan pembimbing anggota ditunjuk oleh ketua prodi dan disahkan oleh ketua Stikes Wira Medika Bali
  2. C.     Tugas Pembimbing

Tugas pembimbing proposal/skripsi mahasiswa STIKES Wira Medika PPNI Bali, sebagai berikut :

  1. Pembimbing I (utama) dan II (anggota) secara bersama-sama meminta mahasiswa untuk untuk menghadap untuk maksud dan kejelasan usulan judul yang diajukan.
  2. Pembimbing I (utama) adalah dosen yang memiliki kompetensi sesuai dengan usulan judul proposal, membimbing substansi dan keilmiahan materi proposal/skripsi/karya tulis ilmiah termasuk relevansi metodologi penelitian.
  3. Pembimbing II (anggota) membimbing teknik penyusunan proposal/skripsi/ karya tulis ilmiah,  relevansi  materi/bahan kajian dengan judul, tata bahasa mengacu pada kaidah  bahasa Indosensia  dengan Ejaan  Yang Disempurnakan ( EYD)
  4. Pembimbing I dan II dapat membimbing bersama-sama semua substansi skripsi/karya tulis ilmiah dengan kesepakatan bersama.
  5. Pembimbing I dan II harus dapat memotivasi kreatifitas mahasiswa untuk menumbuh kembangkan academic Knowledge, skill of thinking, management skill dan communication skill  sebagai luaran inovasi ilmiah,
  6. Pembimbing I dan II wajib membimbing mahasiswa minimal 4 kali dalam periode penyusunan proposal/skripsi.
  7. Pembimbing I berkewajiban menghubungi mahasiswa guna melaporkan perkembangan penyusunan proposal/skripsi/ karya tulis ilmiah bimbingannya jika  satu (1) minggu tidak ada konfirmasi.
  8. Kedua pembimbing wajib membimbing proposal/skripsi/karya tulis ilmiah mulai usulan judul  sampai tersusunnya proposal/skripsi/karya tulis ilmiah sesuai waktu yang dtentukan
  9. Pembimbing yang karena sesuatu hal tidak bisa melanjutkan bimbingannya diganti oleh pembimbing lain yang disetujui oleh senat.
  10. Untuk Analis kesehatan pembimbing lapangan bertugas sebagai tenaga ahli dan membimbing mahasiswa ditempat mahasiswa melakukan penelitian.

 

  1. D.     Pengajuan Proposal
  2. Pengajuan usulan judul proposal /penelitian/karya tulis ilmiah
  3. Usulan judul dilengkapi dengan uraian singkat (Praproposal) : Latar belakang, tujuan , rumusan masalah dan luaran yang diharapkan
  4. Mahasiswa diperbolehkan mengajukan lebih dari 1 (satu) usulan judul.
  5. Usulan judul disetorkan kepada Ketua Program Studi.

 

  1. Persetujuan usulan Judul proposal/penelitan
  2. Usulan Judul yang diajukan diseleksi oleh tim yang terdiri atas 3 orang yaitu : 1 orang unsur dosen tim pembimbing metodologi penelitian, 1 orang unsur prodi, 1 orang unsur Senat Stikes Wira Medika PPNI Bali.
  3. Usulan judul yang terkumpul paling lambat 3 hari kerja sudah diumumkan kepada mahasiswa / keputusan diterima atau tidak
  4. Usulan judul mahasiswa yang diterima, akan ditunjuk  pembimbing I dan II oleh Tim Seleksi.

 

  1. Proses Bimbingan
  2. Program Studi Ilmu Keperawatan

1)      Mahasiswa menghadap pembimbing I dan II  yang

telah ditunjuk untuk menjelaskan maksud dan kejelasan usulan judul yang diajukan

2)      Pembimbing I dan II menganalisa serta memberikan pertimbangan terhadap usulan judul

3)      Pembimbing I dan II dapat memodifikasi  usulan judul dengan tidak merubah kaidah luarannya.

4)      Bimbingan proposal dibimbing secara bertahap bab demi bab atau dalam bab yang memiliki relevansi (misalnya bab pendahuluan dengan tinjauan pustaka, Kerangka konsep dengan metodologi)

5)      Bimbingan selanjutnya disepakati bersama antara pembimbing dan mahasiswa minimal 1 kali dalam seminggu

6)      Selama periode bimbingan, mahasiswa mendapat bimbingan minimal 4 kali pada setiap pembimbing

7)      Bahan proposal/skripsi yang diajukan mahasiswa kepada pembimbing harus sudah dikoreksi dan dikembalikan dalam waktu 3 hari kerja

8)      Bimbingan proposal/skripsi harus menyertakan form bimbingan ( terampir) dan setiap bimbingan pembimbing wajib menuliskan komentar/ solusi / perbaikan pada form bimbingan.

9)      Setiap bimbingan mahasiswa wajib menyertakan form bimbingan, permohonan  bimbingan tanpa form ditolak oleh pembimbing.

10)  Komentar/catatan pada form bimbingan berguna untuk pertimbangan bimbingan selanjutnya oleh kedua pihak pembimbing

  1. Program Studi Analis Kesehatan

1)      Mahasiswa wajib mempersiapkan buku pengendali bimbingan masing-masing 4 (empat) lembar untuk setiap bimbingan dijilid satu.

2)      Mahasiswa bersama pembimbing mendiskusikan judul, outline (garis besar), desain penelitian dan alat ukur yang digunakan

3)      Setelah usulan KTI dinyatakan sempurna masing-masing pembimbing, dilanjutkan sidang komisi pembimbing untuk penyamaan persepsi.

  1. 4.    Ujian Proposal Program Studi Ilmu Keperawatan

Syarat ujian proposal / skripsi :

  1. Fotokopi proposal (lengkap) sebanyak 3 eksemplar untuk moderator dan dua penguji.
  2. Mengajukan permohonan siap ujian proposal/skripsi pada formulir pengajuan ujian dan ditandatangani pembimbing skripsi ke Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), minimal 3 hari sebelum ujian.
  3. Setiap mahasiswa wajib melampirkan 2 sertifikat seminar ilmiah dalam 4 tahun terkahir
  4. Mahasiswa wajib untuk mengikuti seminar proposal mahasiswa lain minimal 4 kali dengan bukti berupa kartu yang berisi tanda tangan ketua sidang proposal.

 

  1. 5.    Mekanisme Ujian Proposal Program Studi Ilmu Keperawatan
  2. Ujian proposal dihadiri oleh ketua penguji  dan anggota penguji (pembimbing I dan pembimbing II).
  3. Ujian dimulai apabila mahasiswa dan penguji telah hadir.
  4. Jika penguji belum lengkap dan mahasiswa ujian tidak hadir 15 menit dari waktu yang ditentukan, maka ujian ditunda dan menentukan jadwal pada hari berikutnya
  5. Ujian dilaksanakan selama satu jam dengan rincian :

1)   Pembukaan oleh moderator yaitu pembimbing 1 (5 menit)

2)   Penyajian oleh mahasiswa (15 menit) dengan power point

3)   Tanya jawab oleh penguji  masing-masing 10 menit

4)   Kesimpulan hasil  skripsi dan pengumuman oleh ketua penguji (10 menit)

  1. Setelah ujian, penguji menyimpulkan hasil ujianpa serta mengumumkan kepada mahasiswa tentang hasil ujian (kelulusan)
  2. Setelah diumumkan, perbaikan proposal paling lambat 7 hari kerja

 

  1. E.      Pengurusan Surat Izin penelitian

Mahasiswa yang telah melaksanakan ujian proposal dan dinyatakan lulus atau tidak lulus dengan perbaikan dan telah mendapatkan persetujuan penguji atas perbaikan tersebut dapat langsung membuat surat izin penelitian ke Bagian Tata Usaha STIKes Wira Medika Bali dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pembimbing.

 

  1. F.      Penyusunan Skripsi/ Karya Tulis Ilmiah

Proposal yang sudah diujikan dan diperbaiki serta ditandatangani pembimbing dan penguji yang dibuktikan dengan halaman pengesahan, diijinkan untuk melaksanakan penelitian. Mahasiswa menindaklanjuti proses pengajuan ijin sampai mendapatkan ijin penelitian sesuai dengan tempat penelitian.

Data penelitian diambil sesuai tujuan  dan metode yang digunakan dalam penelitian. Bukti pengambilan data penelitian harus jelas, dapat berupa inform concern dari responden atau informan ataupun berupa rekaman hasil wawancara jika merupakan penelitian kualitatif.

Mahasiswa melakukan penelitian membawa surat keterangan telah melakukan penelitian di institusi tempat penelitian.

Perpanjangan pelaksanaan tugas akhir atau skripsi melebihi dua semester hanya dapat dipertimbangkan apabila mahasiswa yang bersangkutan sudah menunjukkan kemajuan yang berarti.

Mahasiswa harus menyusun hasil-hasil penelitiannya menjadi laporan skripsi dengan berpedoman pada pembakuan sistematika  pada pedoman penyusunan skripsi STIKesWira Medika Bali.

 

  1. G.     Ujian Skripsi/Karya Tulis Ilmiah
  2. Syarat mahasiswa mengikuti ujian skripsi/karya tulis ilmiah :
  3. Telah melaksanakan penelitian dibuktikan dengan surat keterangan telah melaksanakan penelitian dari institusi tempat melakukan penelitian.
  4. Berkonsultasi dengan pembimbing skripsi minimal 4 kali untuk setiap pembimbing (dibuktikan dengan lembaran form  bimbingan skripsi).
  5. Mengajukan permohonan ujian skripsi kepada Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) dengan mengisi form pengajuan ujian skripsi dan melampirkan skripsi yang sudah ditandatangani pembimbing sebanyak 3 eksemplar. Surat permohonan ini minimal diajukan 3 hari sebelum ujian skripsi dilaksanakan.
  6. Ujian skripsi dihadiri oleh moderator dan 2 orang anggota penguji. Pembimbing skripsi I dan II (merangkap sebagai anggota penguji).
  7. Pakaian saat ujian, mahasiswa mengenakan : kemeja putih (berdasi bagi yang laki-laki), bawahan hitam, jas almamater, name tag, logo institusi, bawahan hitam, sepatu pantopel hitam.
  8. Rambut pendek/rapi (laki-laki), digelung (wanita).

 

  1. Mekanisme ujian :
  2. Program Studi Ilmu Keperawatan:

1)      Mahasiswa ujian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan  minimal 30 menit sebelum ujian.

2)      Ujian skripsi dihadiri oleh pembimbing 1 dan 2 orang penguji diluar pembimbing

3)      Moderator oleh pembimbing 1

4)      Ketua penguji adalah salah satu dari penguji diluar pembimbing

5)      Sebelum ujian mahasiswa wajib menandatangani absen peserta ujian skripsi.

6)      Ujian dimulai apabila mahasiswa dan penguji telah hadir.

7)      Jika salah satu diantara penguji tidak lengkap minimal 15 menit ujian skripsi ditunda dan jadwal diatur kemudian sesuai kesepakatan penguji

8)      Ujian dilaksanakan selama 1 jam (60 menit) dengan rincian :

a)      Pembukaan oleh pembimbing II  (5 menit)

b)      Penyajian oleh mahasiswa (15 menit) dengan power point

c)      Tanya jawab oleh penguji I, II dan III (tiap penguji10 menit)

d)     Kesimpulan hasil skripsi dan pengumuman (10 menit)

9)      Bila mahasiswa dinyatakan tidak lulus, dapat melakukan ujian ulang sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali setelah dilakukan perbaikan. Apabila pada ujian ketiga, mahasiswa masih dinyatakan tidak lulus, maka mahasiswa yang bersangkutan diwajibkan untuk mengganti tugas akhir dan mengajukan kembali usulan penelitian kepada tim seleksi

10)  Format berita acara (terlampir)

11)  Format Penilaian Ujian (terlampir)

Hasil ujian dinilai oleh tim penguji dalam dua aspek; pertama berdasarkan bahasa, tata-tulis, sistematika dan kualitas akademik tugas akhir, dan kedua berdasarkan penguasaan materi dan penampilan mahasiswa selama ujian tugas akhir.

 

  1. Program Studi Analis Kesehatan

1)      Mahasiswa ujian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan  minimal 30 menit sebelum ujian.

2)      Ujian KTI dihadiri oleh penguji 1, penguji 2, dan penguji 3 yang telah ditentukan

3)      Moderator oleh pembimbing 1

4)      Ketua penguji adalah salah satu dari penguji diluar pembimbing

5)      Jika salah satu diantara penguji tidak lengkap minimal 15 menit ujian skripsi ditunda dan jadwal diatur kemudian sesuai kesepakatan penguji

6)      Ujian dilaksanakan selama 1 jam (60 menit)

7)      Sebelum ujian mahasiswa wajib menandatangani absen peserta ujian skripsi.

8)      Ujian dimulai apabila mahasiswa dan penguji telah hadir

9)      Mahasiswa dapat mengikuti ujian KTI jika yang bersangkutan telah lulus ujian akhir program (UAP).

 

 

  1. H.     Penyelesaian Tugas Akhir/ Skripsi/ Karya Tulis Ilmiah

Mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian skripsi/karya tulis ilmiah baik lulus murni ataupun lulus dengan perbaikan wajib merevisi sesuai masukan pembimbing dan penguji. Setelah mendapatkan pengesahan dari dosen penguji, dosen pembimbing dan ketua Stikes Wira Medika Bali skripsi/Karya Tulis Ilmiah digandakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

 

BAB III

STRUKTUR PROPOSAL/ SKRIPSI/ KARYA TULIS ILMIAH

 

  1. I.        STRUKTUR PROPOSAL
  2. A.      Bagian Awal

Bagian awal merupakan bagian paling depan dari suatu proposal Skripsi berisi :

  1. Halaman sampul (depan/luar)
  2. Halaman sampul (dalam)
  3. Halaman judul yang memuat :
  4. Judul penelitian

Mencerminkan masalah dalam proposal/skripsi, menarik dan unik, mudah dipahami, spesifik, member gambaran mengenai kegiatan penelitian, maksimal 20 karakter. Rumusan terlalu panjang, harus dipisahkan uraian tempat dan waktu penelitian, di tulis rata tengah, satu spasi, menggunakan huruf Times New Roman  14.

  1. Maksud dan tujuan pengajuan usulan penelitian, ditulis dengan rata tengah.
  2. Lambang institusi : logo STIKes Wira Medika PPNI Bali dimeter 5 cm dan berwarna
  3. Nama mahasiswa dengan huruf kapital dan nomor induk mahasiswa di tulis rata tengah
  4. Nama institusi, dan tahun pengajuan proposal penelitian
  5. Halaman persetujuan yang berisi persetujuan dari pembimbing utama dan pembimbing pendamping serta diketahui oleh ketua prodi.
  6. Kata pengantar
  7. Daftar isi
  8. Daftar lain daftar table
  9. daftar gambar
  10. daftar lampiran

 

 

  1. B.      Bagian Utama

Bagian Utama merupakan bagian inti dari proposal / skripsi yang berisi penjelasan berkaitan dengan penelitian.

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.   Latar Belakang Masalah

Memuat kegiatan yang dilakukan untuk menjawab keingin tahuan peneliti, mengungkapkan suatu gejala/ fenomena/konsep/dugaan atau menerapkannya untuk suiatu tujuan.

Menguraikan proses dalam mengidentifikasi masalah yang akan dicari solusiny dengan merujuk berbagai sumber pustaka, pandangan singkat, daripenulis/ peneliti lain yang yang permnah melakukan pembahasan terkait topok yang akan diteliti. Uraikan secara kuantitatif profil dan kondisi khalayak sasaran yang akan dilibatkan dalam kegiatan penelitian.

 

  1. B.   Rumusan Masalah Penelitian

Rumuskan dengan jelas permasalahan yang ingin diteliti, permasalahan dapat bersumber dari literature, keingintahuan mahasiswa, persoalan masyarakat, persoalan kebutuhan masyarakat umum,

Tunjukkan masalah yang menjadi prioritas dalam kegiata yang akan dilaksakanan. Perumusan masalah tidak haru bentuk prtanyaan , boleh bentuk pernyataan ( statement).

 

  1. C.   Tujuan penelitian

Rumusan tujuan penelitian harus sejalan dengan masalah penelitian, dan mencerminkan jawaban dari pemecahan masalah penelitian. Tujuan penelitian dirumuskan menjadi tujuan umum dan khusus, serta disajikan dalam kalimat aktif. Rumusan tujuan khusus harus spesifik, terukur dan dapat diamati.

 

  1. D.   Manfaat penelitian

Jelaskan manfaat hasil penelitian, ditinjau dari dua segi, yaitu manfaat praktis yang menggambarkan manfaat terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, dan manfaat dari segi teoritis yang mengarah kepada perkembangan ilmu dan teknologi termasuk acuan bagi peneliti berikutnya.

  1. E.   Keaslian Penelitian

Mencantumkan hasil penelitian yang dilakukan orang lain terkait judul penelitian yang diakan dilakukan, memuat latar belakang, metode, tujuan, dan hasil penelitian

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

Tinjauan pustaka memuat tinjauan yang sistematis tentang teori dasar yang relevan dengan judul proposal/penelitian, fakta, hasil penelitian sebelumnya yang berasal dari pustaka mutakhir yang memuat teori, proposisi, konsep atau pendekatan terbaru yang ada hubungan dengan penelitian yang dilakukan. Teori yang digunakan berasal dari sumber baku  ( Buku-buku yang telah memiliki ISBN) 50 % dan jurnal ilmiah 50 %.

Tinajuan pustaka bukan merupakan kumpulan teori, tetapi merupakan rangkaian hasil yang sudah dikenal dan mempunyai sebuah atau beberapa alur piker tentang terjadinya sesuatu peristiwa ilmiah dari suatu topic ilmiah yang akan dikaji atau diteliti.

 

BAB III

KERANGKA KONSEP

 

  1. A.      Kerangka Konsep

Kerangka konsep di sintesis, di abstraksi, dan di ekstrapolasi dari berbagai teori dan pemikiran ilmiah yang mencerminkan paradigma sekaligus tuntunan untuk memecahkan masalah penelitian dan merumuskan hipotesis. Kerangka konsep dapat disajikan dalam bentuk bagan, model matematika, atau persamaan fungsional yang dilengkapi dengan uraian kualitatif.

Kerangka konsep merupakan cerminan yang lebih jelas dari landasan teori, dan menggambarkan variabel penelitian. Bentuk dan penempatannya diatur sedemikian rupa sehingga tampak menarik dan mudah dipahami. Perlu diperhatikan bahwa kerangka konsep tidak sama dengan alur kerja.

 

  1. B.      Variabel dan Defenisi Operasional Variabel

Uraikan semua variabel yang akan diamati dalam pelaksanaan penelitian. Jelaskan kedudukan masing-masing variabel sesuai dengan pertanyaan penelitian atau hipotesis yang diajukan. Dilengkapi pula dengan penjelasan tentang perlakuan terhadap masing-masing variabel yang dipaparkan.

Defenisi operasional variabel merupakan penjelasan tentang variabel yang akan diteliti, termasuk kondisi saat pengamatan, cara pengamatan, cara penilaian, dan skala ukur masing-masing variabel.

 

  1. C.      Hipotesis (bila diperlukan)

Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian yang akan dicari jawabannya dalam penelitian. Hipotesis harus jelas, mengacu dari kerangka konsep dan sejalan dengan masalah dan tujuan penelitian. Hipotesis yang disampaikan adalah hipotesis penelitian (research hypothesis), bukan hipotesis statistik.

Contoh : Ada perbedaan lama penyembuhan antara perawatan luka terbuka dengan perawatan luka tertutup

 

BAB IV

METODE PENELITIAN

 

  1. A.      Jenis Penelitian

Menjelasan tentang penelitian yang direncanakan termasuk : penelitian observasional atau eksperimental. Rancangan yang digunakan apakah cohort, case control, pra eksperimen, quasi eksperimen maka wajib dilengkapi dengan kerangka kerja. Dijelaskan pula model pendekatan subyek yang digunakan apakah retrospektif, prospektif, time series (longitudinal), atau crossectional.

 

  1. B.      Tempat dan Waktu Penelitian

Menjelaskan dimana, kapan dan berapa lama penelitian akan dilaksanakan, dimulai dari saat persiapan operasional (pengurusan ijin) sampai penyelesaian penulisan laporan penelitian.

 

  1. C.      Populasi dan Sampel Penelitian
  2. Populasi penelitan

Populasi penelitan adalah semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap, bisa orang , institusi atau benda yang akan dikenai simpulan. Apabila jumlahnya bisa dihitung sebutkan jumlahnya. Apabila tidak terjangkau untuk dihitung sebutkan pembatasannya, misalnya berdasarkan tempat (satu desa, satu kecamatan dan lain-lain), berdasarkan waktu (dalam bulan agustus, dalam tahun 2009, dan sebagainya). Selain itu tegaskan syarat yang harus dipenuhi(kriteria inklusi dan eksklusi). Pada penelitian eksperimen, populasi penelitian tidak perlu dicantumkan.

  1. Unit analisis dan responden

Unit analisis adalah satuan tertentu yang diperhitungkan sebagai subyek penelitian sedangkan responden adalah orang yang dijadikan sumber data penelitian.

  1. Teknik pengambilan sampel

Paparkan teknik pengambilan sampel yang akan digunakan, apakah mengguanakan teknik random atau non random. Apabila jumlah sampel lebih dari satu, perlu disampaikan jumlah serta besarn(ukuran) dari masing-masing sampel yang akan diambil (disertai rumus penentuan besar sampel).

 

  1. D.      Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
  2. Jenis data yang dikumpulkan

Jelaskan data apa yang akan dicari, uraikan data mana yang termasuk data primer atau sekunder, uraikan dalam bentuk kuantitatif dan kualitatif.

  1. Cara pengumpulan data

Jelaskan cara yang akan digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukan sesuai variabel yang diteliti. Cara yang akan digunakan misalnya: observasi, wawancara, pencatatan dokumen, dan pengukuran. Perlu dijelaskan siapa yang akan menjadi petugas pengumpul data.

  1. Instrumen pengumpul data

Sebutkan instrumen pengumpul data yang akan digunakan sesuai dengan cara yang direncakan untuk mengambil data. Jenis instrumen dirinci sesuai dengan data masing-masing variabel penelitian. Jika menggunakan instrumen yang sudah baku harus mencantumkan uji validitas dan reliabilitas.

 

  1. E.      Pengolahan dan Analisis Data
  2. Pengolahan data

Pengolahan data mencakup proses yang dilakukan mulai dari data mentah

sampai siap dianalisis untuk setiap variabel penelitian. Lampirkan dummy table bila diperlukan.

  1. Analisis data

Paparkan model analisis data yang akan digunakan, apakah deskriptif

atau sampai melakukan pengujian hipotesis menggunakan uji statistik. Apabila sampai pada pengujian hipotesis, sebutkan uji statistik yang akan digunakan dan teknik penarikan kesimpulan.

 

  1. C.      Bagian Akhir
  2. Daftar Pustaka

Tulis semua bahan pustaka yang diacu, minimal 10 sumber dan disusun ke bawah menurut urutan abjad. Daftar pustaka /sumber dari buku yang termutakhir, memiliki ISBN 50 % ,  jurnal imiah 40% lain-lain 10 % .

Penulisan daftar pustaka menggunakan sistem Harvard yang disesuaikan. Penulisan nama penulis dengan menggunakan nama akhir (marga, keluarga) penulis pertama sebagai acuan urutan. Apabila penulis mempunyai nama lebih dari satu kata, yang ditulis lengkap adalah nama akhir (last name) diikuti nama depan dan tengah dalam bentuk inisial (contoh : I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi ditulis Laksmi, IG.A.P.S).

Buku yang ditulis oleh dua sampai tiga orang, ditulis nama semua penulis dengan dihubungkan kata penghubung “dan” sebelum nama penulis terakhir. Nama penulis kedua dan ketiga ditulis sebagaimana penulis pertama namun tidak dibalik.

Buku yang ditulis oleh lebih dari tiga orang, ditulis semua nama penulis pertamanya, dan penulisan nama tetap menggunakan nama akhir sebagai acuan pertama, kemudian ditambahkan “dkk” Setelah tanda koma (,) untuk buku terbitan Indonesia, dan “et.al” untuk terbitan asing.

Buku yang ditulis oleh orang yang sama pada judul buku yang berbeda, maka untuk namanya diganti dengan strip (underscore) sebanyak enam karakter.

Bila tidak ditemukan nama penulis, maka cantumkan “anonim”. Bila tahun terbitan tidak ditemukan ganti dengan “t.t” (kepanjangan dari tanpa tahun), dan cantumkan “t.p.” (kepanjangan dari tanpa penerbit) bila tidak ditemukan nama penerbit.

Spasi tulisan pada satu judul buku ditulis satu spasi dan untuk antar satu judul buku dengan judul buku lain ditulis dua spasi. Baris kedua pada setiap judul buku ditulis pada enam karakter dari margin kiri.

Contoh :

  1. Buku

Nama penulis, tahun terbit, judul buku, jilid, terbitan ke, kota tempat penerbit, nama penerbit. Judul buku dicetak miring. Apabila ada penulis yang sama untuk dua buku atau lebih yang berbeda pada tahun yang berbeda, maka nama penulis diganti dengan “tanda strip datar” sebanyak enam ketukan untk buku kedua dan seterusnya. Bila dalam tahun yang sama untuk penulis yang sama pada buku yang berbeda, maka pada penukisan tahun penerbitan diberi kode huruf abjad.

Contoh :

Amirin, Tatang M. 1984. Metode Analisis Data. Jakarta:    Rajawali.

 

______. 1985a. Pokok-pokok Teori Sistem. Jakarta : Rajawali.

 

______. 1985b. Metode dan Alat Penelitian Pengamatan. Jakarta : Rajawali.

 

Departement of Health. 1994. Caring for People with Severe  Mental Illnes : Information for Psychiatrists. London : Departement of Health.

 

Murti, B. 2003. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi. Jilid Pertama, Edisi Kedua, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

 

Singarimbun, M. dan Effendi, S. 1989. Metode Penelitian Survey. Edisi revisi, Jakarta : LP3ES.

 

  1. Majalah/jurnal/koran :

Nama penulis, tahun penerbit, judul tulisan, nama majalah/jurnal/koran, nomer seri terbitan, penerbit, kota tempat penerbit, nama majalah/jurnal/koran dicetak miring diikuti oleh volume (edisi) : halaman.

Contoh :

Connors, MM. 1998. Risk Perception, Risk Taking M Risk Manajement. Soc Sci Med 34 (6) : p.595-607

 

Sjaaf, A.C. 1991. Analisis biaya pelayanan Kesehatan Rumah Sakit. Medika, XVII, Jakarta, p.123-164

 

  1. Internet :

Nama penulis, tahun penerbit, judul penulisan, cara memperoleh, alamat website, tanggal memperoleh/membuka web. Judul artikel diketik miring. Blog, wikipedia dan wordpress tidak boleh digunakan dalam daftar pustaka.

Contoh :

WHO. 1998. Health Promotion Glossary. Available : http://www.who/hpr, (9 May 2008).

 

Email dari orang yang mempunyai otoritas keilmuan :

Contoh :

Amsjari, Fuad [lemlit@unair.edu], berbagai macam uji statistik untuk uji hipotesis, email pribadi untuk Choirul Hadi, [choirulhadi@yahoo.com], 28 Nopember 2004.

 

 

  1. Lampiran

 

 

  1. II.      STRUKTUR SKRIPSI
  2. A.      Bagian Awal
    1. 1.     Pada tugas akhir/skripsi yang akan diuji di depan penguji, bagian awalnya berisi halaman judul, lembar persembahan (bila diperlukan), lembar persetujuan, abstract/intisari, kata pengantar, daftar isi, daftar lampiran dan daftar lainnya yang diperlukan.
    2. 2.     Halaman persetujuan ditandatangani oleh pembimbing utama dan pembimbing pendamping (contoh terlampir).
    3. 3.     Abstract : Abstract ditulis dalam bahasa inggris dengan satu spasi, maksimal 200 kata, key word ditulis maksimal 3 kata (ditulis dalam satu paragraf yang memuat : latar belakang, tujuan, metode, hasil dan simpulan).
    4. 4.     Intisari ditulis dalam bahasa Indonesia dengan satu spasi, disajikan maksimal 1500 kata, kata kunci ditulis maksimal 3 kata (ditulis dalam satu paragraf yang memuat : latar belakang, tujuan, metode, hasil dan simpulan).
    5. 5.     Setelah proposal diujikan halaman persetujuan diganti dengan halaman   pengesahan. Halaman pengesahan ditandatangani oleh penguji skripsi, Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Stikes Wira Medika PPNI Bali dan Ketua Stikes Wira Medika PPNI Bali.

 

  1. B.      Bagian Utama

BAB I

PENDAHULUAN

Isi dan ketentuannya hamper sama dengan proposal, pada latar belakang uraian masalah diperluas dan dipertajam.

 

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

Isi  dan cara penulisannya sama dengan proposal, kajian teori diperluas dan diperdalam.

 

BAB III

KERANGKA KONSEP

 

Isi dan dan cara penulisannya sama dengan proposal.

 

BAB IV

METODE PENELITIAN

Isi dan cara penulisannya sama dengan usulan penelitian, hanya kata “akan” pada usulan penelitian dihilangkan atau diganti dengan “setelah” pada tugas akhir/skripsi dan cara pengambilan data/prosedur penelitian diuraikan lebih rinci. Bila ada rencana yang tidak bisa terpenuhi pada pelaksanaan penelitian perlu dijelaskan bagaimana rencananya, kemudian bagaimana kenyataan pelaksanaannya. Contoh : besarnya sampel yang direncanakan diusulan 30 kasus namun karena sampai pada akhir waktu penelitian ditemukan 15 kasus, sehingga merubah teknik analisis.

 

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

  1. A.   Hasil penelitian

 

  1. Kondisi lokasi penelitian

Paparkan dengan jelas kondisi tempat dimana penelitian dilaksanakan.

Bila merupakan unit pelayanan kesehatan, seperti misalnya rumah sakit, puskesmas, posyandu, klinik praktek swasta, bidan rumah bersalin dan lain-lain.

Uraikan lokasinya, kebijakan-kebijakan dan standar pelayanan yang

diberikan sesuai dengan tujuan penelitian, jumlah kunjungan sesuai dengan kasus yang diteliti, baik yang normal maupun yang bermasalah, bila diperlukan sampai sumber daya yang dimiliki.

Penelitian yang dilaksanakan di masyarakat, misalnya di wilayah satu

lingkungan/banjar, kelurahan/desa, dan sebagainya maka paparkan jumlah penduduknya, fasilitas yang dimiliki, dan lain-lainnya sesuai dengan tujuan penelitian.

Untuk penelitian di laboratorium perlu dijelaskan kondisinya pada saat penelitian berlangsung

 

  1. Karakteristik subyek penelitian

Uraiakan subyek penelitian sesuai dengan besar sampel yang diamati berdasarkan karakteristiknya. Penyajian sebaiknya berbentuk tabel atau grafik, kemudian diberi ulasan berbentuk narasi supaya lebih mudah dipahami.

 

  1. Hasil pengamatan terhadap obyek penelitian berdasarkan variabel peneltian

Uraikan secara terperinci dan sejelas-jelasnya hasil yang ditemukan pada obyek penelitian dalam pengamatan berdasarkan teknik pengumpulan data yang digunakan. Hasil pengamatan bisa disajikan dalam bentuk tabel, grafik/gambar, foto-foto, peta, denah dan narasi. Setiap menyajikan tabel, grafik/gambar, foto, peta, denah, harus dilengkapi penjelasan dengan narasi.

 

  1. Hasil analisis data

Setelah hasil pengamatan disajikan secara rinci, baik dalam bentuk tabel, grafik, narasi, dan lain-lain. Kemudian paparkan hasil analisis data yang telah dilakukan sesuai jenis/model analisis data yang direncanakan dalam usulan penelitian. Bila analisis data penelitian direncanakan hanya sampai analisis deskriptif, paparkan fenomena-fenomena yang mencolok (ekstrim) yang ditemukan pada kelompok-kelompok karakteristik obyek yang dideskripsikan. Apabila analisis data penelitian direncanakan sampai menguji hipotesis, maka jelaskanlah uji statistik yang digunakan dan hasil analis yang diperoleh.

 

  1. B.      Pembahasan Hasil Penelitian

Uraikan keberadaan hasil penelitian yang ditemukan bandingkan dengan teori yang sudah ada, dan atau dengan hasil- hasil penelitian sebelumnya, baik yang mendukung maupun yang menolak. Bila ada hipotesis penelitian, maka jelaskan pula keterkaitan hasil analisis statistik dengan hipotesis penelitian. Disamping itu paparkan pula pendapat/opini peneliti terkait hasil penelitian.

 

BAB VI

SIMPULAN DAN SARAN

 

  1. A.      Simpulan

Buatlah satu pernyataan singkat dan tepat yang mencakup seluruh isi dari hasil penelitian dan pembahasan, untuk menjawab semua tujuan penelitian pada penelitian deskriftif atau membuktikan hipotesis pada penelitian analitik.

 

  1. B.      Saran

Saran yang diajukan hendaknya berkaitan dengan tujuan penelitian dan simpulan penelitian, spesifik dan operasional.

Saran-saran diajukan kepada pelaksana kebijakan khususnya di lokasi penelitian, yang berkaitan dengan pemanfaatan hasil penelitian berdasarkan pertimbangan peneliti. Saran juga bisa diajukan kepada para peneliti pada bidang atau masalah penelitian yang terkait untuk melanjutkan atau mengembangkan penelitian yang lebih baik dari sebelumnya.

 

  1. C.      Bagian Akhir

Isi bagian akhir sama dengan yang ada pada usulan penelitian, yakni berisi daftar pustaka dan lampiran. Bila diperlukan, sertakan keterangan- keterangan lain yang berfungsi untuk melengkapi dan memperjelas uraian yang telah disajikan pada bagian utama, seperti misalnya ijin penelitian, informed concern, alat pengumpul data dan kisi-kisi instrumennya, tabel- tabel yang terlalu lebar dan sebagainya.

 

  1. III.      STRUKTUR KARYA TULIS ILMIAH
  2. A.      Bagian Awal

Bagian awal suatu penelitian sebagai berikut :

  1. Halaman judul luar dan dalam

Halaman dimaksud adalah halaman sampul dan halaman setelah sampul. Halaman ini mencantumkan : Logo STIKES WIRA MEDIKA-huruf capital, judul Karya Tulis Ilmiah, identitas penuli (nama, NIM), program studi dan paling bawah tertulis SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN “WIRA MEDIKA” BALI dan Tahun (semua huruf capital).

  1. Abstrak

Abstrak merupakan bentuk mini tulisan dan komponen ini harus memuat tentang pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan. Abstrak biasanya tidak lebih dari 200-250 kata, dan untuk laporan pendek dapat diperpendek menjadi 100-150 kata. Komponen dalam abstrak mencakup:

Pendahuluan  : Alasan Utama mengapa penelitian dilakukan

Metode           : Bagaimana penelitian dilakukan, desain, populasi, sampel dan sampling, variable, metode, pengumpulan data dan analisis data.

Hasil               : Hasil Utama yang diperoleh

Pembahasan dan kesimpulan    :Kesimpulan utama penelitian

 

  1. Surat pernyataan penulis

Surat pernyataan penulis ini mengatakan bahwa karya tulis ilmiah ini benar-benar hasil karya penulis dan bukan hasil penelitian yang sudah ada.

  1. Judul dan pernyataan sebagai syarat penulisan

Hampir sama dengan halaman judul, hanya ditambahkan “ Karya Tulis Ilmiah ini diajukan dalam rangka memenuhi persyaratan menyelesaikan program Diploma III Analis Kesehatan”.

  1. Lembar pernyataan pengesahan

Lembar ini berisi persetujuan pembimbing bahwa karya tulis ilmiah tersebut sudah dilakukan pengajuan. Juga diketahui oleh ketua program studi serta ketua STIKes. Halaman ini diakhiri dengan tanggal kelulusan, misal: tanggal lulus.

  1. Riwayat hidup penulis

Menjelaskan biodata/curriculum vitae penulis, yang ditulis tidak lebih dari ¾ halaman.

  1. Kata pengantar

Memuat rasa syukur penulis dan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang membantu penulisan KTI.

  1. Daftar isi

Memuat tentang tajuk dan sub bab lengkap berisi nomor halaman, sedangkan pada tajuk bab nomor halaman tidak ditulis.

  1. Daftar tabel

Menyajikan nomor urut table dan judul table yang disertai nomor halaman.

  1. Daftar gambar

Menyajikan nomor urut gambar dan judul gambar yang disertai nomor halaman

  1. Daftar grafik

Menyajikan nomor urut grafik dan judul grafik  yang disertai nomor halaman

  1. Daftar diagram

Menyajikan nomor urut diagram dan judul diagram yang disertai nomor halaman

  1. Daftar lampiran

Menyajikan nomor urut lampiran dan judul lampiran yang disertai nomor halaman

 

  1. B.      Bagian Inti

Sistematika penulisan dapat digambarkan sebagai berikut:

BAB 1              PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

1.2    Rumusan Masalah

1.3    Tujuan

  1. Tujuan Umum
  2. Tujuan Khusus

1.4    Manfaat Penelitian

BAB 2              TINJAUAN PUSTAKA

BAB 3              KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

3.1    Kerangka Konsep

3.2    Hipotesis

BAB 4              METODOLOGI PENELITIAN

4.1    Waktu dan Lokasi Penelitian

4.2    Desain Penelitian

4.3    Populasi, Sampel dan Sampling

4.4    Variabel dan Definisi Operasional

4.5    Instrumen Penelitian

4.6    Pengumpulan Data

4.7    Analisa Data

4.8    Etika Penelitian

BAB 5              HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil

5.2 Pembahasan

BAB 6              PENUTUP

6.1 Kesimpulan

6.2 Saran

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.      Latar Belakang Masalah

Memuat masalah awal dari suatu penelitian yang harus diperoleh. Masalah kesehatan terjadi apabila terdapat kesenjangan antara apa yang seharusnya ada (teori) dengan kenyataan yang dijumpai dilapangan yang memerlukan pemecahan masalah. Selanjutnya latar belakang juga memuat rumusan masalah yang menjelaskan besarnya masalah dan pengaruh yang timbul terhadap kesehatan yang terjadi saat ini.

 

  1. B.      Rumusan Masalah Penelitian

Rumusan masalah menyajikan batasan maslaha penelitian yang akan dilaksanakan. Rumusan masalah setidaknya harus mengandung unsur (Q;Question, S: Spesifik, dan S: Separated)

 

  1. C.      Tujuan penelitian
  • Tujuan Umum

Tujuan penelitian sesuai dengan spesifikasi permasalahan yang akan diteliti

  • Tujuan Khusus

Mengidentifikasi perubahan/hubungan/perbedaan antar variable yang diukur

 

  1. D.      Manfaat penelitian

Manfaat penelitian difokuskan pada peningkatan kualitas dalam upaya mencegah/mengurangi keadaan klien yang memburuk. Instansi tempat penelitian dan perkembangan profesi analis kesehatan. Manfaat penelitian dapat diuraikan menjadi : manfaat bagi peneliti, institusi pendidikan, profesi an masyarakat.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

Tinjauan pustaka memuat tinjauan yang sistematis tentang teori dasar yang relevan dengan judul proposal/penelitian, fakta, hasil penelitian sebelumnya yang berasal dari pustaka mutakhir yang memuat teori, proposisi, konsep atau pendekatan terbaru yang ada hubungan dengan penelitian yang dilakukan. Teori yang digunakan berasal dari sumber baku  ( Buku-buku yang telah memiliki ISBN) 50 % dan jurnal ilmiah 50 %.

Tinajuan pustaka bukan merupakan kumpulan teori, tetapi merupakan rangkaian hasil yang sudah dikenal dan mempunyai sebuah atau beberapa alur piker tentang terjadinya sesuatu peristiwa ilmiah dari suatu topic ilmiah yang akan dikaji atau diteliti.

 

BAB III

KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

 

  1. Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual dan hipotesis hanya dituliskan pada penelitian yang sifatnya analitik (membuktikan adanya hubungan antara variabel).kerangka konseptual dituangkan dalam bentuk diagram alir.

  1. Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang telah ditetapkan dalam rencana penelitian. Hipotesis memberikan arahan dan petunjuk suatu penelitian. Hipotesis menunjukkan hubungan yang diduga antara variable bebas atau variable pengaruh ( independent variable) dan variable tergantung (dependent variable) yang menjadi perhatian dalam penelitian.

 

BAB IV

METODE PENELITIAN

 

  1. Waktu dan Lokasi Penelitian

Menerangkan tentang waktu dan tempat penelitian

 

  1. Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan wadah menjawab pernyataan penelitian atau menguji keaslian hipotesis. Tipe desain penelitian yang sering digunakan seperti observasional dan eksperimental.

 

  1. Populasi, Sampel dan Sampling

Populasi adalah seluruh objek atau data dengan karakteristik tertentu yang akan diteliti. Sampel adalah bagian dari populasi yang diteliti. Sampling adalah suatu proses dalam menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat mewakili suatu populasi.

 

  1. Identifikasi Variabel

Semua variable yang diteliti harus diidentifikasi, mana yang termasuk variable bebas (independent variable), variable tergantung (dependent variable) dan variable pengontrol serta variable perancu. Identifikasi variable merupakan hal yang sangat penting yang menyangkut seluruh bagian penelitian, terutama dalam manajemen dan analisa data.

 

  1. Variabel dan Definisi Operasional

Menjelaskan semua variable dan istilah yang akan digunakan dalam penelitian secara opersional, sehingga memepermudah pembaca/penguji dalam mengartikan makna penelitian.

 

  1. Rencana Pengumpulan dan Analisa Data

Pada bagian ini disebutkan secara ringkas instrument, data yang dikumpulkan dan analisis statistic yang akan digunakan.

 

  1. Keterbatasan

Keterbatasan dalam berbagai hal mengenai penulisan karya tulis atau riset perlu disebutkan pada bagian ini.

 

 

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

  1. Hasil

Hasil penelitian seharusnya disajikan secara bersistem. Untuk memperjelas dan mempersingkat uraian hasil penelitian dapat disajikan dalam bentuk table, gambar, grafik atau penyajian data lainya yang dilengkapi dengan ulasan / penjelasan.

 

  1. Pembahasan

Bagian ini, peneliti perlu mengemukakan dan menganalisis makna penemuan penelitian yang telah dinyatakan dalam hasil dan menghubungkan dengan pernyataan penelitian atau hipotesis. Hal ini dilakukan dengan membandingkan penemuan tersebut dengan penemuan sebelumnya, apakah memperkuat, berlawanan atau sama sekali adalah teori baru. Tiap pernyataan harus jelas dan didukung oleh kepustakaan yang memadai.

 

BAB VI

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Kesimpulan memuat ringkasan hasil penelitian dan jawaban atas tujuan penelitian atau hipotesis. Kesimpulan dibuat dengan pernyataan kalimat yang sederhana, singkat dan jelas.

 

  1. Saran

Bagian ini menjelaskan hal-hal yang perlu ditindaklanjuti dalam penelitian ini yang berupa rekomendasi-rekomendasi yang didasarkan pada hasil penelitian untuk memberikan masukan dan sumbangan piker bagi pengembangan analis kesehatan

 

 

  1. C.   Bagian Akhir

Bagian akhir terdiri atas :

  1. Daftar Pustaka

Daftar pustaka menerangkan semua pustaka yang telah dijadikan sumber. Dalam penyusunan usulan karya tulis ilmiah minimal 10 sumber pustaka dalam 7 tahun terakhir. Cara penulisan mengacu pada American Pscologist Association (APA 2001).

Aturan penulisan daftar pustaka adalah sebagai berikut:

–          Untuk buku :

  • Nama terang penulis
  • Tahun Penerbit
  • Judul buku (cetak italic/miring)
  • Kota penerbit
  • Nama penerbit

–          Untuk jurnal dan kumpulan karangan

  • Nama penulis
  • Tahun penerbit
  • Judul penulis
  • Nama jurnal/ kumpulan karangan
  • Jilid/ volume cetak (cetak italic)
  • Nomor
  • Halaman

–          Website

Contoh:

Bos, G., Knapp, S., dan Doe, J. (2001). Role of Reference Elements In The Selection Of Resource by Psychology Undergraduate. Retrived Junes, 2002, from Http:/www.Telehealth. Net/sucribe/newsletter 4a.html # 1.

 

  1. Lampiran-lampiran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

TATA CARA PENULISAN

 

  1. I.      TATA CARA PENULISAN SKRIPSI ( PRODI KEPERAWATAN)
  2. A.      Bahan dan Ukuran Kertas
  3. Bentuk Naskah dan Ukuran
  4. Naskah dibuat dengan kertas ukuran A4  (21 cm x 29,7 cm) dan diketik hanya pada satu sisi.
  5. Seminar proposal dan ujian sidang skripsi bisa digandakan dengan menggunakan kertas HVS 70 gram.
  6. Setelah ujian dan revisi, naskah dikumpulkan dengan kertas HVS 80 gram.
  7. Sampul
  8. Sampul naskah seminar proposal hanya dengan kertas HVS dan cukup distaples biasa.
  9. Sampul naskah proposal yang telah diuji dan direvisi serta telah disahkan dikumpulkan satu eksemplar dengan dijilid soft cover warna putih.
  10. Sampul naskah skripsi yang akan diujikan, dijilid dengan sampul kertas buffallow warna merah marun.
  11. Sampul naskah skripsi yang telah diujikan dan direvisi serta telah disahkan dijilid hard cover warna merah marun dengan tulisan timbul warna kuning emas sejumlah 5 eksemplar.

 

  1. B.      Pengetikan
  2. Jenis huruf
  3. Seluruh naskah menggunakan huruf Times New Roman ukuran font 12.
  4. Judul pada halaman sampul (luar dan dalam) dicetak tebal (bold) dengan ukuran font 14.
  5. Penggunaan huruf miring hanya untuk keperluan tertentu (bahasa asing)
  6. Judul bab diketik menggunakan huruf besar semua dan dicetak tebal (bold).
  7. Judul sub bab diketik menggunakan huruf besar pada semua awal kata, dicetak tebal dan ditulis tanpa titik.
  8. Judul anak sub bab diketik huruf besar hanya pada awal judul saja dan dicetak tebal.
  9. Di bawah anak sub bab judul ditulis dengan huruf besar hanya pada awal kata pertama dan dicetak biasa.
  10. Lambang/simbol yang tidak bisa diketik, ditulis dengan tinta hitam.

 

  1. Penulisan bilangan
  2. Bilangan satu digit diketik dengan huruf. Bilangan dengan dua digit atau lebih diketik dengan angka, kecuali pada permulaan kalimat dan mendahului satuan ukuran, nilai uang, atau manipulasi matematika.

Contoh : 2 liter; Rp 500,00; 5 juta rupiah; 1×105; dan lain-lain.

  1. Bilangan desimal ditandai dengan koma bukan titik.
  2. Satuan ditulis dengan singkatan resmi tanpa titik.

Misalnya : cm, kg, km.

  1. Jarak baris
  2. Tulisan pada sampul depan, halaman persetujuan dan halaman pengesahan tiap kelompok kalimat yang lebih dari 1 baris diketik satu spasi ke bawah.
  3. Ringkasan penelitian diketik 1,5 spasi ke bawah
  4. Abstrak diketik 1 spasi ke bawah
  5. Bagian utama diketik 2 spasi ke bawah
  6. Jarak antara judul bab dan awal naskah 3 spasi ke bawah
  7. Jarak antara akhir naskah dengan sub judul, antara sub judul dengan anak sub judul 3 spasi ke bawah
  8. Jarak antara sub judul dengan awal naskah 2 spasi
  9. Daftar pustaka pada tiap judul buku diketik 1 spasi ke bawah.  Antara satu judul buku dengan judul lainnya diketik 2 spasi ke bawah
  10. Batas tepi
  11. Batas tepi kiri                 : 4 cm
  12. Batas tepi bawah          : 3 cm
  13. Batas tepi atas                              : 3 cm
  14. Batas tepi kanan           : 3 cm
  15. Pengisian halaman
  16. Pengetikan dimulai dari batas tepi kiri sampai batas tepi kanan, sehingga ruangan yang ada pada halaman terisi semua. Awal kalimat mulai dari ketukan keenam
  17. Alinea baru dimulai pada ketukan keenam dari batas tepi kiri (satu tab)
  18. Bilangan, simbol, dan rumus kimia yang terletak diawal kalimat harus dieja. Contoh : Karbonmonoksida merupakan … (tidak ditulis : CO2 merupakan…)
  19. Rincian penulisan kebawah pada naskah yang harus  disusun kebawah memakai nomer urut dengan angka atau huruf sesuai dengan hierarki penomeran.
  20. Letak gambar, tabel, judul karya tulis, dan judul bab diatur dari tepi kiri dan kanan naskah (centre alignment)
  21. Sub bab, sub-sub bab dan anak sub – sub bab diatur rata kiri

 

  1. C.      Penomeran
  2. Penomeran halaman
  3. Pada bagian awal dari halaman judul sampai halaman persetujuan memakai angka romawi kecil (i, ii, iii, iv, dan seterusnya) dan diletakkan di bagian bawah tengah pada setiap halaman
  4. Pada bagian isi atau utama mulai dari pendahuluan sampai daftar pustaka memakai angka (1, 2, 3, 4, ….. dan seterusnya), diletakkan di tengah bagian bawah, kecuali pada halaman judul bab nomor halaman tidak ditulis
  5. Pada bagian akhir (lampiran-lampiran) memakai angka Arab dan melanjutkan halaman terakhir dari bagian isi atau utama
    1. Penomoran tabel, gambar dan lampiran
    2. Tabel, gambar dan lampiran diberi nomor angka Arab tanpa tanda titik.
    3. Penomoran tabel, gambar, dan lampiran masing-masing diurut untuk keseluruhan bab
      1. Penomeran bab, sub-bab, anak sub-bab, dst
      2. Penomeran menggunakan gabungan huruf dan angka.
      3. Nomor bab ditulis dengan angka Romawi besar (I, II, III, … dan seterusnya) tanpa tanda titik diketik rata tengah
      4. Nomor sub-bab ditulis huruf besar (A, B, C, … dan seterusnya) diikuti dengan tanda titik
      5. Nomer anak sub bab ditulis angka Arab (1,2,3,…dan seterusnya)diikuti dengan tanda titik.

Contoh

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

1. Tujuan

a. Tujuan Umum

b. Tujuan Khsusus

1). Mengidentifikasi….

2). Menganalisa…….dst

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. D.      Penyajian Tabel dan Gambar
  2. Tabel
  3. Judul tabel diketik rata tengah dengan huruf besar pada setiap awal kata kecuali kata penghubung tanpa diakhiri dengan titik, dengan jarak satu spasi
  4. Nomor tabel diketik rata tengah diatas judul tabel tanpa titik
  5. Pemenggalan judul tabel mengikuti pola piramida terbalik
  6. Tabel tidak boleh dipenggal, kecuali tabel yang terlalu panjang sehingga tidak memungkinkan untuk diketik  dengan satu halaman
  7. Bila tabel harus dipenggal karena terlalu panjang, maka pada halaman lanjutan tabel diberikan nomer kolom yang sama dengan nomor kolom potongan tabel sebelumnya. Contoh terlampir.
  8. Jarak spasi antara baris isi dalam tabel 1,5 spasi
  9. Tabel yang lebih dari 2 halaman atau karena ukurannya yang perlu dilipat harus ditempatkan pada lampiran
  10. Jarak spasi antara judul tabel dengan narasi diatasnya 3 spasi kebawah. Demikian pula jarak spasi antara akhir tabel dengan narasi berikutnya 3 spasi kebawah juga.
  11. Tabel yang memuat data sekunder harus mencantumkan sumber datanya. Penulisan sumber data dengan huruf Times New Roman ukuran 10, nama penulis buku dibalik, judul buku dan tahun penerbitnya
  12. Tabel yang memuat keterangan dibawahnya, maka keterangan tabel ditulis dengan spasi 1 dan jarak antara tabel dengan keterangan sebesar 1 spasi.
  13. Gambar
    1. Masuk dalam katagori gambar : bagan, grafik, peta, foto dan denah.
    2. Nomor gambar yang diikuti dengan judulnya ditempatkan diatas judul secara simetris rata tengah tanpa diakhiri dengan titik
    3. Penyajian gambar tidak boleh dipenggal
    4. Keterangan gambar dicantumkan menjadi 1 halaman dengan gambar (tidak boleh terpisah) dengan penempatan menyesuaikan komposisi gambar
    5. Sumber gambar (apabila ada) ditempatkan dibawah gambar ditulis rata kiri sejajar gambar
    6. Apabila gambar dibuat melebar setinggi kertas naskah dengan format landscape, maka bagian atas gambar harus harus diletakan margin kiri
    7. Bila menyajikan grafik atau denah harus dilengkapi skala
    8. Penempatan gambar harus sedemikian rupa supaya simetris
    9. Penulisan sumber gambar dengan huruf Times New Roman, ukuran 10, nama dibalik, judul, tahun dan halaman

 

  1. E.      Penggunaan Bahasa
  2. Bahasa yang dipakai

Bahasa yang dipakai dalam penyusunan proposal dan skripsi adalah bahasa indonesia yang sudah baku dan berdasarkan pada EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)

  1. Bentuk kalimat
  2. Kalimat harus lengkap, minimal ada subyek, predikat dan obyek. Supaya lebih sempurna ditambahkan keterangan ( pola SPOK)
  3. Kalimat-kalimat tidak menampilkan kata ganti orang, seperti misalnya: aku, saya, dia, dan sebagainya tetapi harus diubah kedalam bentuk pasif
  4. Kata ganti orang pertama tunggal (saya) terutama dalam penyajian ucapan terimaksih pada kata pengantar diganti dengan kata “penulis”, kata ganti orang ketiga (dia, ia, mereka) diganti dengan responden atau kasus
  5. Pemakaian istilah

Istilah-istilah yang dipakai harus yang di-Indonesiakan. Apabila menggunakan istilah yang tidak ada pada padanannya dalam Bahasa Indonesia, istilah tersebut harus ditulis dengan huruf cetajk miring (Italic)

  1. Penggunaan kata penghubung, kata depan, awalan dan tanda baca
    1. Penggunaan kata penghubung tidak boleh ditempatkan pada awal kalimat. Misalnya : sehingga, sedangkan.
    2. Kata depan tidak boleh ditempatkan di depan subyek, karena dapat merusak susunan kalimat. Misalnya : pada.
    3. Penggunaan “di” dan “ke” sebagai kata depan harus dipisahkan dengan kata keterangannya. Contoh : di sekolah, di dapur, ke puskesmas.
    4. Penggunaan “di” dan “ke” sebagai awalan penulisannya harus disambung dengan asal katanya. Contohnya : dikerjakan, kekuatan.
    5. Tanda baca koma harus dipakai pada kalimat yang panjang sebagai tanda harus berhenti, sesuai dengan penggalan kalimat dibelakang rincian kata, tingkatan dan gelar. Sedangkan titik harus selalu dipakai untuk mengakhiri satu kalimat.
    6. Satu paragraf terdiri atas sedikitnya tiga kalimat yang masih dalam satu pokok pikiran.

 

  1. F.       Penggunaan Nama
  2.   Penulisan dalam naskah
  3. Pada penulisan acuan belakang ditulis nama belakang/nama akhir diikuti dengan koma, kemudian tahun terbit tulisannya yang diacu, semuanya dalam kurung. Contoh : ……. (Notoatmodjo, 2006).
  4. Pada penulisan acuan depan dan tengah ketentuannya sama, hanya pada tahun terbit tulisan diberi tanda kurung. Contoh : …. Notoatmodjo (2006) …..
  5. Bila penulisannya kurang dari tiga orang, ke semua nama akhirnya ditulis “dan” sebelum nama penulis terakhir
  6. Bila penulisnya lebih dari tiga orang ditulis nama akhir dari penulis pertama diikuti dengan koma kemudian ditulis “dkk” untuk referensi dalam negeri atau “et.al” untuk referensi asing.
    1. Penulisannya dalam daftar pustaka

Semua nama penulis harus dicantumkan, dan cara penulisannya adalah sebagai berikut :

  1. Nama penulis lebih dari satu kata, ditulis nama akhirnya diikuti dengan koma, diikuti dengan singkatan nama depan.
  2. Nama penulis yang lebih dari satu orang ditulis nama penulis sesuai ketentuan pertama, diikuti dengan koma. Kemudian diikuti dengan nama penulis berikutnya sampai semua nama penulis tercantum.
    1.  Gelar akademik atau derajatnya kesarjaannya

Gelar akademik tidak dicantumkan dalam penulisan acuan maupun daftar

pustaka.

 

  1. G.      Kutipan, Singkatan dan Istilah Baru
  2. Kutipan Langsung
    1.   Ditulis dengan bahasa aslinya.
    2.   Kutipan yang banyaknya tiga baris atau kurang ditulis langsung dengan

mencantumkan nama pengarang dan tahun dalam tanda kurung.

  1.    Kutipan yang tidak mencantumkan keseluruhan kalimat, maka pada tempat

kata-kata yang dipotong diganti dengan tanda tiga titik bila diawal kalimat

atau empat titik bila diakhir kalimat. Contoh :

  1. Jika pemenggalan dilakukan di bagian awal atau tengah kalimat

…. klasifikasi bahan pencemar antara lain berdasarkan asalnya, jenisnya, waktu tinggal di udara, … (Mukono,1999).

  1. Jika pemenggalan dilakukan di bagian akhir kalimat

Untuk menjawab masalah yang tidak bisa diobservasi dan tidak mempunyai bukti empiris …. (Mardalis, 1999).

  1. Kutipan yang lebih dari tiga baris diketik satu spasi, dan masuk ke dalam mulai pada ketukan keenam dari batas pinggir. Pada permulaan dan akhir penulisan diberi tanda petik (“). Penulisan nama pengarang menggunakan acuan depan.
  2. Kutipan tidak langsung

Mengutip naskah dengan melakukan perubahan pada naskah asli, ditulis tanpa halaman. Bila mengutip dari sumber buku kedua, maka ditulis juga sumber buku utamanya. Contoh : Suasta, N. (dalam Hariyanto, 1990) membuat klasifikasi yang lebih rinci dari zat teratogen bergantung pada…..

  1. Singkatan-singkatan

Kata-kata yang ada singkatannya, untuk menulis pertama kali harus dilengkapi terlebih dahulu kata selengkapnya diikuti dengan singkatannya yang dikurung. Pada penulisan berikutnya bisa ditulis singkatannya saja. Contoh : Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Untuk singkatan yang belum lazim tidak boleh digunakan di bagian judul.

  1. Istilah Baru

Istilah-istilah baru yang belum dibakukan dalam Bahasa Indonesia, dalam penggunaan pertama kalinya perlu diberi padanan dengan bahasa asing dengan diberi kurung. Kalau penggunaan istilah baru cukup banyak, perlu dibuat daftar istilah dan ditempatkan pada lampiran. Contoh : kerampang (perineum).

 

  1. II.      TATA CARA PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH (DIII ANALIS KESEHATAN)
  2. Halaman kulit/sampul
  3. Halaman kulit KTI terbuat dari karton tebal dilapisi kertas linen biru gelap (dark blue) dan mika transparan tidak berwarna (hardcover)
  4. Menggunakan huruf capital jenis times new roman dicetak dengan tinta kuning emas dengan spasi tunggal ukuran 12 Font.
  5. Judul yang dicantumkan pada punggung halaman kulit adalah KARYA TULIS ILMIAH dan judul. Semua tulisan menggunakan huruf besar Times New Roman 12 Font dengan di bold dengan jarak tidak melebihi 3 cm dari tepi atas dan tepi bawah punggung buku KTI.
  6. Kertas

Spesifikasi kertas yang digunakan : jenis HVS, warna putih polos, minimal 70 gram, ukuran A4 (21,5 cm X 29,7 cm)

  1. Pengetikan
  2. Pencetakan dilakukan pada satu sisi kertas
  3. Posisi penempatan teks pada tepi kertas dengan batas kiri : 4 cm, batas kanan: 3 cm, batas atas: 3 cm, batas bawah: 3 cm.
  4. Menggunakan huruf Times New Roman 12 font dan diketik rapi dengan justify. Spasi 1,5 kecuali abstrak, daftar isi, daftar gambar, dan daftar lampiran dengan spasi 1.
  5. Tiap bab dimulai pada halaman baru
  6. Judul bab seluruhnya diketik dengan huuf besar, simetris ditengah, setak tebal, tanpa garis bawah, tidak diakhiri titik dengan spasi 1,5 jika lebih dari satu baris
  7. Jarak judul bab dengan teks adalah 2 x 1,5 line spacing.
  8. Penulisan nomor dan judul sub bab dimulai dari margin kiri dengan huruf besar pada setiap awal kata dan di bold.
  9. Penulisan gambar, grafik, dan diagram diberi nama gambar, dengan nomor tabel dan gambar harus menyertakan nomor bab dimana tabel atau gambar tersebut berada. Jika dalam KTI terdapat hanya 1 gambar maka tidak perlu diberikan nomor tabel.
  10. Tata Cara Penomoran halaman

Halaman judul sampai daftar isi menggunakan angka romawi kecil. Posisi nomor halaman berada pada bagian bawah tengah kertas untuk setiap awal bab halaman KTI.

  1. Penulisan Kutipan
  2. Kutipan tidak langsung

Kutipan tidak langsung adalah mengutip ide atau konsep orang lain dengan menggunakan bahasa/kalimat sendiri

Contoh :

Warlina (2004), menjelaskan bahwa pengamatan pencemaran air ditentukan berdasarkan mikroorganisme yang ada dalam air, terutama ada tidaknya bakteri phatogen (Warlina 2004).

  1. Kutipan langsung

Kutipan langsung adalah mengutip idea tau konsep orang lain sesuai dengan tulisan/kalimat aslinya.

Contoh:

Menurut Fahmi (2001), kesehatan di Indonesia saat ini mengalami beban ganda, pertama penyakit menular tradisional, kedua yaitu akibat timbulnya hazard yang sifatnya tidak menular.

  1. Mengutip dari kutipan

Jika mengutip dari sumber asli, maka nama pengarang asli dicantumkan pada kalimat, dan nama pengarang asli dicantumkan pada kalimat, dan nama pengarang buku dimana kutipan tersebut ditemukan dicantumkan kutipan.

Contoh :

Ada 4 kata kunci tujuan penelitian di bidang epidemiologi, yaitu: describe, explain, predict dan control. Selengkapnya dapat dijelaskan sebagai berikut… (Kleinbaum, Kupper and Morgenstern 1982 dalam Danarno 2006.

  1. Penulisan daftar pustaka

Berikut ini adalah format dasar penulisan daftar pustaka:

  1. Sumber Non Serial (dari buku teks, dll)

Pengarang, S.A., Pengarang, B.B. (Tahun). Judul karya. Kota terbit/lokasi:Penerbit.

  1. Sumber Serial (dari jurnal ilmiah)

Pengarang, A.A., Pengarang, B.B., & Pengarang, C.C. (Tahun). Judul artikel. Nama Serial, vol. (no.), p/pp

  1. Sumber artikel atau bagian dari buku

Pengarang, A.A. & Pengarang, B.B (Tahun). Judul artikel (chapter). In A. Editor, B. Editor, & C. Editor (Eds.).Judul karya (p/pp.). Kota Terbit: Penerbit.

  1. Serial online (jurnal ilmiah online)

Pengarang, A.A., Pengarang, B.B., & Pengarang, C.C. (Tahun). Judul artikel. Nama Periodicals, vol (no.), p/pp. Retrieved month day, year from source.

 

  1. Dokumen online (Website, dll)

Pengarang, A.A.(Tahun). Judul Karya. Retrieved month day, year, from source