SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT HIPOPITUITARISME


SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN

TENTANG PENYAKIT HIPOPITUITARISME

Pokok Bahasan                       : Hipopituitarisme

SUB Pokok Bahasan              : Pengetahuan dini tentang penyakit hipopituitarisme

Sasaran                                    : Pasien dan keluarga pasien

Hari / Tanggal                         : Sabtu, 30 Oktober 2010

Waktu                                     : 08.00 s.d Selesai

Tempat                                    : Ruangan 303

 

 

  1. LATAR BELAKANG

Hipopituitarisme adalah hilangnya sebagian atau seluruh fungsi lobus anterior kelenjar hipofisa. Hipopituitarisme juga merupakan komplikasi terapi radiasi pada bagian kepala dan leher dan hipopituitarisme dapat terjadi akibat penyakit pada kelenjar hipofisis sendiri atau pada hipotalamus, namun demikian, akibat kedua keadaan ini pada hakekatnya sama.

Penyebab yang secara primer mempengaruhi kelenjar hipofisa (hipopituitarisme primer): Tumor hipofisa, Berkurangnya aliran darah ke hipofisa (akibat perdarahan hebat, bekuan darah, anemia), Infeksi dan peradangan, Sarkoidosis atau amiloidosis, Penyinaran, Pengangkatan kelenjar hipofisa melalui pembedahan, Penyakit autoimun.

 

II. TUJUAN UMUM

Setelah mendapat penyuluhan selama 45 menit masyarakat dapat memahami tentang penyakit hipopituitarisme, pengobatan dan penyembuhannya.

 

III. TUJUAN KHUSUS

Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit pasien dan keluarga pasien diharapkan :

  1. Mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan hipopituitarisme
  2. Mampu menyebutkan penyebab dari hipopituitarisme
  3. Mampu menyebutkan gejala-gejala dari hipopituitarisme
  4. Mampu menjelaskan pengobatan dari hipopituitarisme

IV. METODE :

  1. Ceramah
  2. Tanya jawab
  3. MEDIA :
    1. Brosur
    2. Ceramah dengan menggunakan power point

VI. ISI MATERI :

  1. Pengertian hipopituitarisme
  2. Penyebab hipopituitarisme
  3. Gejala hipopituitarisme
  4. Pengobatan hipopituitarisme

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VII. PROSES PELAKSANAAN

No

Waktu

Kegiatan

Sasaran

Penyajian

Pasien dan Keluarga pasien

1

5 menit Pembukaan

  1. a.  Salam pembuka
    1. Perkenalan
    2. Menyampaikan tujuan
    3. Kontrak waktu
    4. Melakukan apersepsi
  • Penyaji mengucapkan salam pembuka
  • Menyampaikan tujuan
  • Kontrak waktu
  • Melakukan apersepsi
  • Peserta membalas salam penyaji
  • Mendengar tujuan yang disampaikan
  • Menyetujui kontrak waktu
  • Mendengarkan apersepsi

2

35 menit Penyampaian materi
  • Penyaji menyampaikan materi dengan baik, jelas dan mudah dimengerti peserta penyuluhan
    • Peserta mendengarkan materi yang disampaikan penyaji

3

5 menit Penutup

  1. Sesi Tanya jawab
  2. Melakukan evaluasi
  3. Menyimpulkan materi yang didiskusikan
  4. Mengakhiri kegiatan dengan salam
  • Penyaji memberikan pertanyaan kepada peserta penyuluhan
  • Penyaji melakukan evaluasi dan menyimpulkan
  • Mengakhiri dengan salam
    • Peserta menjawab pertanyaan dengan benar
    • · Peserta membalas salam penyaji

 

VIII. SETTING TEMPAT

 

 

PAPAN

TULIS

 

 

KETUA           PENYAJI                                                    MODERATOR               SEKRETARIS

 

 

LAPTOP,LCD

 

 

 

 

PESERTA                                                                               PESERTA

 

PESERTA                                                                               PESERTA

 

PESERTA                                                                               PESERTA

 

PESERTA                                                                               PESERTA

 

 

IX. PENGORGANISASIAN

Ketua              : Ni Luh Nik Wirastini

Moderator       : Ni Luh Ayu Widiarthi Pertami

Penyaji                        : Ni Luh Putu Desy Sarviani

Fasilitator        : Ni Luh Made Sri Artawathi

Sekretaris        : Ni Luh Eka Widia Jayanti Dewi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. REFERENSI

http://hipopituitarisme.satukata.net/2010/10/hipopituitarisme.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

XI. EVALUASI

  1. Struktur :
    1. Persiapan media

Media yang digunakan dalam penyuluhan semuanya lengkap

  1. Materi disiapkan dalam bentuk makalah dan ditulis dalam brosur serta disajikan dengan power point agar lebih mudah saat penyampaian kepada masyarakat umum.
  2. Proses penyuluhan :
    1. Penyuluhan kesehatan tentang penyakit hipopituitarisme berjalan dengan lancar, masyarakat mengerti tentang penyuluhan yang diberikan.
    2. Di dalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antar penyuluh dengan masyarakat yang menerima penyuluhan.
    3. Hasil penyuluhan

Peserta penyuluhan mengetahui dan mengerti dari apa yang disampaikan dengan kriteria mampu menjawab pertanyaan yang akan diberikan oleh penyuluh.

  1. Hasil Tanya jawab :

Peserta mampu menjawab pertanyaan yang diberikan dengan kriteria jawaban sebagai berikut :

  1. Apa yang dimaksud dengan hipopituitarisme?

Hipopituitarisme adalah hilangnya sebagian atau seluruh fungsi lobus anterior kelenjar hipofisa. Hipopituitarisme juga merupakan komplikasi terapi radiasi pada bagian kepala dan leher dan hipopituitarisme dapat terjadi akibat penyakit pada kelenjar hipofisis sendiri atau pada hipotalamus, namun demikian, akibat kedua keadaan ini pada hakekatnya sama.

  1. Apa yang dapat menyebabkan hipopituitarisme?

Penyebab yang secara primer mempengaruhi kelenjar hipofisa (hipopituitarisme primer):

  • Tumor hipofisa
  • Berkurangnya aliran darah ke hipofisa (akibat perdarahan hebat, bekuan darah, anemia)
  • Infeksi dan peradangan
  • Sarkoidosis atau amiloidosis
  • Penyinaran
  • Pengangkatan kelenjar hipofisa melalui pembedahan
  • Penyakit autoimun.

Penyebab yang secara sekunder mempengaruhi hipotalamus (hipopituitarisme sekunder):

  • Tumor hipotalamus
  • Peradangan
  • Cedera kepala
  • Kerusakan pada hipofisa, pembuluh darah maupun sarafnya akibat pembedahan
  1. Bagaimana gejala-gejala dari hipopituitarisme?
  • Sakit kepala, keringat berlebihan, telinga berdengung, gangguan penglihatan (seperti pandangan kabur), pusing dan vertigo.
  • Gatal-gatal pada kulit, terutama setelah mandi air hangat atau mandi dengan menggunakan shower (terjadi pada beberapa pasien), terjadi pada sekitar 40% pasien PV.
  • Erythromelalgia yang ditandai dengan eritema pada kulit, terutama pada telapak tangan, lobus telinga, hidung, dan pipi. Hal ini dapat terjadi akibat tingginya konsentrasi eritrosit dalam darah. Beberapa pasien juga mengalami rasa panas terbakar pada kaki.
  1. Bagaimana cara pengobatan hipopituitarisme?

Pengobatan lebih ditujukan kepada menggantikan kekurangan hormon target, bukan hormon hipofisa. Jika terjadi kekurangan TSH maka diberikan hormon tiroid, jika terjadi kekurangan kortikotropin diberikan hormon adrenokortikal dan jika terjadi kekurangan LH dan FSH diberikan estrogen, progesteron atau testosteron. Hormon pertumbuhan biasanya diberikan kepada anak-anak. Jika penyebabnya adalah tumor hipofisa yang kecil, maka dilakukan pengangkatan tumor. Tumor penghasil prolaktin diatasi dengan pemberian bromokriptin. Penyinaran dengan kekuatan tinggi atau dengan proton juga bisa digunakan untuk menghancurkan tumor hipofisa. Tumor yang besar dan telah menyebar keluar sella tursika tidak mungkin hanya diatasi dengan pembedahan. Setelah pembedahan harus diberikan penyinaran berkekuatan tinggi untuk membunuh sisa sel-sel tumor.

Terapi penyinaran cenderung menyebabkan hilangnya fungsi hipofisa secara perlahan, baik sebagian maupun keseluruhan. Karena itu fungsi kelenjar target biasanya dinilai setiap 3-6 bulan untuk tahun pertama kemudian setiap tahun pada tahun berikutnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN I

MATERI PENYULUHAN KESEHATAN

TENTANG PENYAKIT HIPOPITUITARISME

 

  1. A.    DEFINISI HIPOPITUITARISME

Hipopituitarisme adalah hilangnya sebagian atau seluruh fungsi lobus anterior kelenjar hipofisa. Hipopituitarisme juga merupakan komplikasi terapi radiasi pada bagian kepala dan leher dan hipopituitarisme dapat terjadi akibat penyakit pada kelenjar hipofisis sendiri atau pada hipotalamus, namun demikian, akibat kedua keadaan ini pada hakekatnya sama.

  1. B.     PENYEBAB HIPOPITUITARISME

Penyebab yang secara primer mempengaruhi kelenjar hipofisa (hipopituitarisme primer):

  • Tumor hipofisa
  • Berkurangnya aliran darah ke hipofisa (akibat perdarahan hebat, bekuan darah, anemia)
  • Infeksi dan peradangan
  • Sarkoidosis atau amiloidosis
  • Penyinaran
  • Pengangkatan kelenjar hipofisa melalui pembedahan
  • Penyakit autoimun.

Penyebab yang secara sekunder mempengaruhi hipotalamus (hipopituitarisme sekunder):

  • Tumor hipotalamus
  • Peradangan
  • Cedera kepala
  • Kerusakan pada hipofisa, pembuluh darah maupun sarafnya akibat pembedahan
  1. C.    GEJALA-GEJALA HIPOPITUITARISME
  • Ø Sakit kepala, keringat berlebihan, telinga berdengung, gangguan penglihatan (seperti pandangan kabur), pusing dan vertigo.
  • Ø Gatal-gatal pada kulit, terutama setelah mandi air hangat atau mandi dengan menggunakan shower (terjadi pada beberapa pasien), terjadi pada sekitar 40% pasien PV.
  • Ø Erythromelalgia yang ditandai dengan eritema pada kulit, terutama pada telapak tangan, lobus telinga, hidung, dan pipi. Hal ini dapat terjadi akibat tingginya konsentrasi eritrosit dalam darah. Beberapa pasien juga mengalami rasa panas terbakar pada kaki.
  1. D.    PENGOBATAN HIPOPITUITARISME

Pengobatan lebih ditujukan kepada menggantikan kekurangan hormon target, bukan hormon hipofisa. Jika terjadi kekurangan TSH maka diberikan hormon tiroid, jika terjadi kekurangan kortikotropin diberikan hormon adrenokortikal dan jika terjadi kekurangan LH dan FSH diberikan estrogen, progesteron atau testosteron. Hormon pertumbuhan biasanya diberikan kepada anak-anak. Jika penyebabnya adalah tumor hipofisa yang kecil, maka dilakukan pengangkatan tumor. Tumor penghasil prolaktin diatasi dengan pemberian bromokriptin. Penyinaran dengan kekuatan tinggi atau dengan proton juga bisa digunakan untuk menghancurkan tumor hipofisa. Tumor yang besar dan telah menyebar keluar sella tursika tidak mungkin hanya diatasi dengan pembedahan. Setelah pembedahan harus diberikan penyinaran berkekuatan tinggi untuk membunuh sisa sel-sel tumor.

Terapi penyinaran cenderung menyebabkan hilangnya fungsi hipofisa secara perlahan, baik sebagian maupun keseluruhan. Karena itu fungsi kelenjar target biasanya dinilai setiap 3-6 bulan untuk tahun pertama kemudian setiap tahun pada tahun berikutnya.