kenangan


Featured imageTerbesit sebuah pertanyaan. Pernahkan anda terbesit sebuah pertanyaan usang?, silahkan coba di ingat kembali, kira-kira pertanyaan apa yang membuat anda terkagum-kagum dan berkaca-kaca. Untuk saya sendiri pertanyaan itu sering muncul di benak saya. Pertanyaan tentang masa kecil saya dulu. Pertanyaan itu mampu memflash back semua memory masa kecil saya. Anehnya pertanyaaan itu menyeret saya dalam masalah kejiwaan/alzhaimer. Iya saya tertawa tanpa stimulus dari luar tubuh, reaksi otak saya terkadang irrasional menanggapi stimulus pertanyaan, yang entah dari segi apa membuatnya menjadi terpikir menarik. Pertanyaan tentang masa kecil, tidak pernah saya remehkan kekuatannya, terkadang mampu melonjakan emosi batiniah, seperti sedang bermain, naik turun tidak jelas sebab akibatnya. Tetesan airmata terkadang haru biru , mengikuti lonjakan emosi yang tidak jelas itu.

Sejauh ini awal kehidupan manusia adalah yang terbaik. saya berani menjamin di dalam kehidupan seseorang, 75% kebahagian yang dirasakan ketika dewasa sukses itu disebabkan oleh karena mengenang masa kecilnya. Nah pada saat mengenang masa kecilnyalah hampir setiap orang terharu (90%), dan mengeluarkan ekspresi yang kurang jelas antara bahagia dan duka. Meneteskan airmata namun bahagia, bahagia namun terlihat sedih. Apalagi mereka yang sukses karena pengorbanan yang sangat banyak. Sangatlah tidak mungkin seseorang tidak memiliki kebahagiaan disaat kecil. Ya benar kemungkinan tidak merasakan bahagia itu hanya kurang dari 1 % saja dari populasi yang ada. Anda seharusnya bersyukur, seperti saya yang juga harus bersyukur, setelah perjalanan yang begitu panjang akhirnya kita sampai di level ini. pada waktu ini juga. Sudah berapa tahun anda habiskan sampai menuju level ini? banyak kan, iya sama seperti saya, saya tidak bisa menyombongkan diri, karena saya sama dengan anda, yang terus mengorbankan waktunya hanya untuk mengerti seisi alam dan bagaimana cara bertahan hidup. Saya mengorbankan diri untuk meninggalkan masa kecil yang begitu bahagia hanya untuk sampai di level ini. begitupun juga anda. Lalu mengapa kita tidak mau menaikan level lagi, bukankah sudah kepalang tanggung. Bagi saya, puncak tertinggi suatu saat nanti pasti saya raih, karena saya yakin. Kenapa begitu semangat?, iya karena saya membawa amanat saya kecil, saya meninggalkannya dimasa lalu untuk hal ini, saya dewasa ini harus bejuang, karena saya tua tidak lagi bisa seperti ini seperti saya dewasa.