#kacamataAB


Saya mulai terheran-heran. Tahu tidak kenapa.
Pasti anda sudah nyeletuk tidak tahu. Emang siapa peduli bukan. Hahaha sudah-sudah.. kita selesaikan saja perdebatan antar otak itu sampai disini saja. Lain kali mari kita sambung lagi. Kalau saya sedang ingin. Haha.
Alkihasss. Bukan maksud saya suatu hari. Jono dan joni sedang pergi keluar kota. Mereka berencana untuk pergi berlibur. Berlibur setelah setahun penat dengan urusan padi mereka. Pergilah dua jejaka itu ke kota. “geg ada kamar kosong geg?” jono memulai percakapannya dengan resepsionis hotel mewah di bali. Mau sewa berapa hari bli. Tanya resepsionis itu sembari mengeluarkan senyum termanisnya. Lha geg gimana, blikan tidak mau menginap. Bli cuman ingin bertanya saja, ada tidak, begitu saja cukup. Seketika senyuman di bibir resepsionis berkurang dari level 9 ke 7 merosot dua angka. Kemudian joni bertanya kepada resepsionis cantik itu. Geg ada toilet tidak ya? . disana bli belok kanan terus lurus aja. Resepsionis mencoba menjelaskan dengan baik, bermaksud menjawab pertanyaan joni. maaf geg saya Tanya ada tidak bukan dimana. Bahkan saya belum Tanya pertanyaan dimana itu. Joni nyeletuk. Resepsionis cantik itu kemudian menghela nafas lalu menebar senyuman kembali. Kini senyumnya level 6 turun 1 angka lagi.
Saat bulan mulai menebar pesonanya, saat malam mulai menyelimuti pulau seribu pura itu. Kedua jejaka itu pergi kesebuah restoran di bali. Mengisi perut yang sudah sejak di hotel tadi mengeluh. Bising usus mereka sekarang sekitar 24 kali permenit. Berbunyi bunyi seperti kembung. Kebanyakan gas hcl(asam) dalam lambung. “Bli pesan steak 2, bulgagory matang 1, terus chiken townya 2 ya”. Seorang pelayan mencatat pesanan dengan amat cepat. Menulis seperti tulisan dokter. Makan disini atau di bungkus bli? Tanya pelayan halus. Kami makan di sana itu, di meja yang kosong itu saja ya. Kalau disini takutnya menggangu orang yang mesan bli, ini kan counternya. Jawab joni. Ok-ok silahkan di tunggu ya. Sepertinya sedang tidak ingin berdebat, pelayan itu memilih mengalah. Joni kembali nyeletuk. Kami tunggunya dimana bli?. Silahkan tunggu di meja yang disana saja bli, di meja yang bli tunjuk tadi. Jawab pelayan dengan amat ramah. Baiklah kalau begitu. Jawab jono. Sambil menunggu pesanan datang mereka bercengkrama berdua. Jon gile ya. Apanya yang gile jon. Iya restoran gini gedenya kecapnya gak ada di atas meja ya. Ya iya lah ini beda konsep pemasaran jon. Lukira tukang bakso yang lewat setiap malam di gang rumah kita apa. Bukan jhon bukan. Ya emang bukan jon inikan resto besar. Nah lu ngerti. Iya gue pura-pura gak ngerti aja, biar ada bahan perbicangan kita jon. Sambil menyeringai joni menimpali percakapan jono. Selamat malam bli, pesanan anda steak, bulgogy, chikentown. Silahkan anda menikmati hidangan anda. Jika anda membutuhkan saya, silahkan anda mengangkat tangan anda bli. Pelayan dengan sangat ramah melayani jono-joni dua jejaka itu. Baiklah sahut salah seorang jon. Belum 15 menit joni mengangkat tangannya seperti di cerita misteri gitu. Seperti merasa sudah tidak kuat lagi. Sang pelayan dengan sigap datang menghampiri kemudian bertanya. Ada yang bisa saya bantu bli-bli. Ya ada. Kata salah satu dari mereka. Apakah disini ada kecap bli?. Sebentar ya bli, kata pelayan. pelayan itu kemudian berjalan cepat menuju sebuah tempat. 5 menit kemudian datang lagi. Tanpa banyak bicara pelayan itu datang membawa sejumlah kecap. Kecap yang mana yang anda inginkan bli? Tanya pelayan itu kepada duojon itu. Santai saja mereka. Aku tadi hanya penasaran terhadap pertanyaan adiku ini bli. Apakah disini tidak disediakan di meja kecapnya. Walaupun aku tahu itu merupakan konsep. Sesungguhnya aku hanya ingin memastikan saja. Cukup mudah untuk menjawab pertanyaan kami. Ada atau tidak. Bagaimana. Pelayan itu mengagguk sungguh mengerti. Meminta maaf dan pamit undur diri. Namun pelayan itu tetap melayani, sampai dua jejaka itu pergi. Pelayan itu bahkan mendapat tip dari duojon.
Sungguh tidak mengerti, saat ini sudah terlanjur banyak orang-orang dengan gaya sok tahu mereka. Seperti duo jo diatas. ceritera itu sungguh kisah nyata, hanya mengganti nama tokoh saja. Ketika seseorang itu bertanya tentang keberadaan bukan berarti seseorang itu membutuhkan hal tersebut buka. Sok tahu sekali. Itulah sifat manusia-manusia sekarang. Inilah yang semakin membuat saya terheran-heran. Anda boleh buktikan. Simple saja ketika anda sedang berada di resto warung makan, lesehan atau apalah nama tempat makan lainnya. Coba anda tanyakan hal ini ” disini ada tissue?” saya sangat yakin anda tanpa meminta membawakan anda akan di bawakan tissue. Seperti tahu saja pelayan itu. Seperti bisa membaca keinginan kita. Sok tahu itulah kata tepat yang menggambarkan