#kacamataAb


Di bawah payung merah dengan delapan tiang penyangga lantai dua tempat langit serasa lebih dekat. Di warung kakek tua berdasi kupu kupu. Malam terasa bising. Bel pertanda kereta datang setiap 15 menit berbunyi. Guratan dinding yang nampak piano. aku masih memikirkan lagu yang terus bersenandung di pikiranku. Desir angin bertiup lebih kencang. Malam terasa lebih gelap. Ditemani ukulele kecil. Di pojokan sana saat tak sengaja mataku melayang. Kau gadis berkepang satu. Kenapa hari ini tiba tiba bertemu. Lalu siapa dia. Si jangkung putih ganteng itu. Ah aku tak peduli. Lihat lah dirimu gadis berkepang satuku. Hari ini ada yang baru.kacamatamu. memang lebih cantik gadisku. Aku hanya ingin tahu apakah kau nyaman dengan hal baru itu. Aku tak peduli dengan bisingnya jalanan. Terus saja tak bisa merubah pemandangan. Aku terus memandang kearahmu. Tanpa kutahu apa kah sapa atau tidak. Apakah berdiri. Atau duduk. Apakah menyanyi dalam hati atau ku keraskan saja. Aku bimbang gadisku. Aku gugup. Apa yang harus ku lakukan gadisku??. Beri tahu aku. Apakah beranjak pergi ini adalah benar putusanku. Entahlah. Aku pergi dulu ya. Aku takut mengganggu tawamu hari ini. Cukup aku yang berfantasi hari ini gadis berkepang satuku. Sayo nara ne jono.